Tampilkan postingan dengan label 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2014. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 November 2014

Bright Eyes by Brea Salim

Judul : Bright Eyes
Sub Judul : -
Serial : -
Penulis : Brea Salim
Penerbit : THC Mandiri
Tebal : 128
Tahun Terbit : May 2014 (pertama kali terbit pada May 2014)
ISBN : 9789791255196
Genre : Personal Literature

Format : paperback
Status : punya sendiri
Periode Baca : 09/09/2014 - 15/09/2014

Blurb : In the fall of 2009, fifteen-year-old Indonesian girl Brea Salim said her farewells, packed her bags and moved halfway around the world - all to enroll at a school called Phillips Exeter Academy. Little did she know, the three-year-journey ahead would be the hardest learning experience of her life...

Review 

Pernah membaca biografi? Gimana rasanya? Membosankan atau malah membuat penasaran?

Bright Eyes adalah sebuah autobiografi dari Brea Salim. Sepintas lalu buku ini tampak seperti buku biografi lainnya. Sebuah biografi yang menceritakan perjalanan hidup si tokoh dengan segala jatuh bangun dan disertai kadar kenarsisan dengan tingkatan yang berbeda.

Tapi buku ini beda dari biografi lainnya.

Bagaimana bisa?

Si penulis baru berumur 15 tahun (well.. sekarang sih udah 20 tahun). Masih muda. Sehingga buku ini pun terasa seperti buku harian Brea selama ia bersekolah di Phillips Exeter Academy, Amerika Serikat.

Apa sih Phillips Exeter Academy itu?

Well menurut om wikipedia (iya, lagi males nyari referensi lain) Phillips Exeter Academy (also known as Exeter or PEA) is an American private college preparatory school for boarding and day students between the 9th and 12th grade. It is a large co-educational school, with over 1,000 students. It was founded in 1781 byJohn Phillips, a wealthy American merchant and early patron of schools.

Nah loh... bisa dibayangin dong gimana kerennya kampusnya. Berdirinya aja sejak tahun 1781. Dan.. para alumni Exeter bukan orang sembarangan. Dari sekian banyak daftar orang terkenal yang menjadi lulusan Exeter, yang familiar buat saya adalah si pendiri facebook, Mark Zuckerberg dan penulis Dan Brown. Intinya Exeter adalah tempat berkumpulnya para jenius buat bersekolah. Dan Brea Salim beruntung bisa merasakan hidup di kampus tersebut.

Seperti yang saya bilang diatas, Brea adalah gadis muda dan jenius. Sebagaimana remaja lainnya tentu Brea merasakan galau ala remaja zaman sekarang. Galau karena urusan hati dan cinta #ttssaahhh Di buku ini pun Brea mengawali ceritanya tentang seorang cowok keren idola cewek-cewek di sekolahnya yang bernama Joshua yang diam-diam punya perasaan khusus pada Brea. Kepergian Brea ke Amerika yang nun jauh di sana berarti Brea juga harus meninggalkan Joshua. Dan.. galaulah dia.

Buku ini penuh kegalauan ala remaja. Galau tapi tidak menye-menye. Kegalauan itu justru membuat pembaca melihat perjuangan Brea. Masih berusia 15 tahun, harus hidup sendiri dan terpisah jauh dari orangtua, keluarga dan orang-orang yang dicintainya, bersekolah di kampus penuh para jenius dan merasakan culture shock tanpa ada satu pun orang yang berasal dari budaya yang sama dengannya. Ya, Brea adalah satu-satunya orang Indonesia yang bersekolah di Exeter.

Tidak hanya cerita Brea tentang kehidupannya di Exeter, dalam buku ini juga ada kumpulan puisi dan blog post dari blog pribadi Brea, yang sayangnya saat ini sudah di-setting private. Selain itu buku ini juga dipenuhi ilustrasi gambar kupu-kupu yang juga ditampilkan di cover depan. Kupu-kupu yang menggambarkan metamorfosis Brea dari seorang gadis remaja galau tapi jenius menjadi pribadi dewasa yang lebih mencintai negerinya.

Apa hubungannya antara seorang remaja galau tapi jenius dengan cintai Indonesia?

Berada jauh dari Indonesia, mengalami culture shock, berhadapan dengan berbagai macam suku dan kebangsaan dari seluruh dunia membuat Brea sadar kalau Indonesia adalah rumahnya. Akar tempat ia berpijak. Bahkan Brea menceritakan bagaimana hebohnya ia ketika pulang dari Exeter di libur semester dan bersama si mbok di rumah ia menjelajahi pasar tradisional, kemaruk ingin mencicipi segala jajanan di pasar tersebut. Hei.. bahkan diawal cerita Brea bercerita tentang keripik singkong yang menjadi "penghubung"nya dengan rumah dan Indonesia.

Meski di beberapa bagian buku Brea terkesan narsis dan agak sedikit sombong dengan statusnya sebagai seorang alumni Exeter, buat saya itu adalah hal yang wajar. Tidak setiap saat, tidak setiap orang bisa masuk ke sekolah bergengsi sekaliber Phillips Exeter Academy. Apalagi buat orang Indonesia. Tak banyak orang Indonesia yang bisa menjadi bagian dari Exeter. Dan Brea adalah orang Indonesia ke-7 yang berhasil masuk ke Exter. Sayang saya tidak berhasil mendapatkan siapa saja orang Indonesia yang menjadi alumni Exeter. Mungkin Brea (kalau kamu membaca post ini) mau memberi tahu saya siapa saja ke enam orang lainnya? ;)

Buku ini bisa didapatkan di toko buku import. Kalau di Medan sih saya melihat display buku ini di Toko Buku Books & Beyonds dengan harga (kalau tidak salah) Rp. 90,000. Sementara di Periplus sih saya belum tahu ada atau tidak.


Oh iya... Uuumm... Brea (lagi-lagi kalau kamu membaca post ini) mau dong ditunjukkin foto Joshua dan apa kabar kamu dan Joshua sekarang? *ditendang ke Timbuktu* *jadi reviewer kok kepo banget* X))



@ Medan
01112014

Jumat, 10 Oktober 2014

Semangat Membatu by FX Rudi Gunawan & Guntur Utomo

Judul : Semangat Membatu
Sub Judul : -
Serial : -
Penulis : FX Rudi Gunawan & Guntur Utomo
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : Februari 2014 (pertama kali terbit pada Februari 2014)
Tebal : 236 halaman
ISBN :9786022910121
Genre : Personal Literature

Format : paperback
Status : pinjam
Periode Baca : 01/06/2014 - 02/06/2014

Blurb : 25 Pemain, 5 Pelatih, 2 Staf medis, 2 Kit man, dan 1 Tekad …

Setelah kata sepakat kami sampaikan, tidak ada lagi konsentrasi yang terbagi selain hanya untuk sepak bola. Perjalanan panjang kami mulai dengan sebuah titik putih di tengah kehidupan kami. Titik putih yang menjadi tanda bahwa kami tak boleh sedikit pun menyerah kalah.

Buku ini merupakan pengingat kisah-kisah yang kami jalani selama berkiprah di persepakbolaan nasional. Layaknya pertandingan sepak bola yang menghadirkan drama-drama dengan hasil yang tak tertebak, perjalanan kami pun diwarnai dengan berbagai macam cerita yang menguras emosi. Namun, seperti apa pun rintangannya, tekad kami sudah membulat: Sang Saka Merah Putih harus berkibar di Piala Dunia!

Rabu, 20 Agustus 2014

Wonder by R.J. Palacio

Dear August Pullman...

Boleh aku memanggilmu "Auggie" seperti orang-orang lain memanggilmu dengan nama tersebut? 

Maaf perkenalan kita baru berlangsung sekarang. Meski aku sudah tahu tentang dirimu sejak tahun 2013 yang lalu, entah mengapa aku tak pernah tergerak untuk lebih dalam lagi mengenalmu. Baru ketika Baca Bareng BBI 2014 dengan tema "Sicklit" aku ingin mengenalmu lebih jauh lagi. Yah... walau akhirnya aku tidak ikutan posting barengnya sih ._.

Selasa, 12 Agustus 2014

Gawang Merah Putih by FX Rudi Gunawan

Judul : Gawang Merah Putih
Sub Judul : -
Serial : -
Penulis : FX Rudi Gunawan
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2014
Tebal : 196 halaman
ISBN : 978-602-291-034-3

Format : paperback
Status : pinjam
Periode Baca : 31/05/2014 - 31/05/2014

BlurbKaki-kaki itu masih kecil ketika menendang bola pertamanya. Kaki-kaki dekil berkuku hitam yang menjadi perkasa diterpa kesahajaan. Kaki tanpa sepatu, yang tungkainya masih pendek dan kurus waktu gol pertama dibuat di sebuah lapangan tanpa gawang. Kaki-kaki Putu, Ravi, Evan, Muchlis, dan Maldini, kini telah membuat jejak sepatu yang dalam pada sejarah sepak bola Nusantara. Optimisme dan kerja keras menempa mereka menjadi pemain yang tangguh. Kecintaan terhadap sepak bola menggumpal di dada, menjelma lecutan semangat untuk selalu memberikan yang terbaik. Namun, prestasi demi prestasi yang mereka raih tidak datang begitu saja. Kerja keras tidak akan berbuah manis tanpa dukungan orang-orang tercinta. Sebab, ada perjuangan di balik setiap kemenangan. Ada cerita di balik setiap asa.

Jumat, 30 Mei 2014

Nguping Jakarta by Blog Nguping Jakarta

Sub Judul : -
Penulis : ngupingjakarta.blogspot.com
Editor : Isman H. Suryaman, Primadona Angela
Penerbit : Penerbit B-First
Tahun Terbit : 2011
Tebal : 224 halaman

Format : paperback
ISBN : 978-602-8864-37-4
Periode Baca : 10/05/2014 - 29/05/2014

Blurb : “Ngapain lu nantangin gua? Mundur lu kalau berani!” “Pokoknya kalau lu naik dari Stasiun Depok, turunnya nanti di Stasiun Gelambir.”“X, nyokap lu masih yang kemaren, kan?”
“Eh! Tutup pintunya! Open the door!” Di balik segala keruwetan, Ibu Kota kita tak kalah penuh kelucuan. Nguping Jakarta menunjukkannya melalui kompilasi dialog absurd kiriman langsung para penduduk Jakarta yang selalu siaga membuka kuping lebar-lebar. Berisi berbagai dialog terbaik dari situs ngupingjakarta.blogspot.com dan ratusan lainnya yang belum pernah dipublikasikan, buku ini menampilkan potret Jakarta masa kini. Selamat tertawa.

Rabu, 30 April 2014

Meraba Indonesia by Ahmad Yunus

Penulis : Ahmad Yunus
Penerbit : PT. Serambi Ilmu Semesta, Juli 2011
Tebal : 370 halaman
ISBN : 978-979-024-285-2

Periode Baca : 04/10/2013 - 04/10/2013

Buku ini sudah saya miliki sejak akhir tahun 2012. Tapi karena ke-sok-an rasa nasionalisme saya, buku ini pun baru saya baca ketika saya dalam perjalanan pulang pasca PTT di Halmahera pada awal Oktober 2013. Saya pikir buku yang menceritakan tentang perjalanan dua orang wartawan mengelilingi Indonesia dalam sebuah ekspedisi Zamrud Khatulistiwa ini tepat dibaca ketika saya sedang melintasi Indonesia Timur menuju Indonesia Barat. Parahnya, setelah menulis review buku ini, saya meletakkannya entah dimana. Dan baru pada bulan Februari yang lalu saya menemukan catatan tersebut ._.

Jika kita berbicara tentang Indonesia, seberapa mengertinya kita tentang Indonesia? Indonesia itu bobrok. Pejabatnya tukang korupsi. Di beberapa daerahnya kerukunan agama itu hanya ucapan belaka. Infrastrukturnya parah. Itu kan yang paling banyak kita pahami tentang Indonesia? Hanya sebatas apa yang kita lihat di televisi dan yang kita baca di surat kabar. Dari perjalanan Ahmad Yunus serta Farid Gaban mengelilingi Indonesia yang kemudian dirangkum dalam sebuah buku singkat ini yang bisa membuka mata kita tentang apa, siapa dan bagaimana Indonesia dipandang dari sudut orang Indonesia sendiri yang telah mengelilingi Indonesia bahkan hingga ke sudut-sudut yang tak pernah diwartakan.

Senin, 21 April 2014

Tiga Manula Jalan-Jalan Ke Pantura by Benny Rachmadi

Sub Judul : -
Penulis : Benny Rachmadi
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia, November 2012
Halaman : 104
Format : paperback
Status : pinjam punya ponakan
Genre : Graphic Novel, Humor
ISBN : 9789799105073

Periode Baca : 08/02/2014 - 08/02/2014

Cerita para manula yang gokil dan konyol ini emang bikin kesengsem :)))

Kali ini para manula, Sanip, Waluyo, Liem , pergi ke desa Waluyo, Tingal karena Waluyo mendadak kangen pada kampung halamannya. Karena faktor usia yang sudah renta, Waluyo tak mampu mengingat letak kampungnya. Hanya namanya saja yang ia ingat. Maka pergi lah mereka bertiga dengan mengendarai mobil Liem mencari desa Tingal dengan menyusuri jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). Dan dimulailah kisah mereka di sepanjang jalur terkenal itu.

Setiap teman atau kejadian yang lazim ditemui di Pantura mereka singgahi. Mulai dari SPBU yang memecahkan rekor MURI hingga mampir di Lawang Sewu yang kabarnya angker itu. Di tempat-tempat itulah keisengan mereka dimulai. Waluyo yang heboh minum air sebanyak-banyaknya agar bisa menggunakan sekaligus menghitung jumlah toilet di SPBU yang memecahkan rekor itu. Atau tingkah Sanip dan Waluyo yang heboh berfoto-foto di patung-patung polisi yang banyak bertebaran di pelosok pulau Jawa.

Potret masyarakat dan tingkah polah oknum petugas pun masuk dalam kisah perjalanan para manula ini. Ada tentang jalur Pantura yang tak pernah kunjung selesai perbaikannya yang ujung-ujungnya menjadi tempat masyarakat meminta uang sumbangan untuk (katanya) perbaikan jalan. Munculnya pasar kaget sehingga membuat macet yang selalu menjadi langganan pengguna jalur Pantura. Atau oknum petugas yang meminta uang "preman" di setiap posko timbang yang harus dilewati truk-truk bermuatan super berat di jalur Pantura. Uang tutup mulut ini diartikan sebagai tindakan tahu sama tahu jika beban sebuah truk melebihi kapasitas yang ditentukan. Hal seperti ini juga biasa kok dijumpai di Jalur Lintas Sumatera.

Ada juga tentang masyarakat yang menipu jumlah lauk yang diambilnya saat berada di warung nasi Jamblang. Mengambil sepuluh macam jebis lauk tapi mengatakan pada sang penjual hanya mengambil dua atau tiga jenis saja. Suatu indikasi mahalnya kejujuran di negeri kita.

Bagi saya, cerita para tiga manula ini adalah potret keseharian masyarakat Indonesia, tak hanya di jalur pantura tapi juga hampir di seluruh Indonesia. Tak perlu kita mencemooh, memaki atau menghujat hal-hal negatif tersebut. Toh yang seperti itu juga tidak menyelesaikan masalah. Yang perlu kita lakukan adalah tidak berbuat seperti apa yang mereka lakukan. Berperilaku jujur atau menaati peraturan misalnya.

Cerita para manula ini memang keren. Dikemas ringan namun sarat informasi unik yang berguna. Saya jadi penasaran pada kisah para manula ini di Selatan Jawa.








@ Batam
08022014

Senin, 24 Maret 2014

Tiga Manula Jalan-Jalan Ke Singapura by Benny Rachmadi

Sub Judul : -
Penulis : Benny Rachmadi
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia, Desember 2011
Halaman : 90
Format : paperback
Status : pinjam punya ponakan
Genre : Graphic Novel, Humor
ISBN : 9789799104045

Periode Baca : 08/02/2014 - 08/02/2014

Review

Reviewnya singkat aja.

Ini pertama kalinya saya membaca kisah para tiga manula yang bertingkah gak seperti manula itu. Tiga manula dengan perjalanan mereka.

Waluyo dan Sanip diajak Liem untuk jalan-jalan ke Singapura. Kebetulan bisnis android Liem sedang sukses besar sehingga untuk merayakan hal tersebut, ia mentraktir dua sahabatnya itu untuk jalan-jalan ke Singapura. Dan.. di Singapura lah segala macam tingkah konyol mereka terjadi. Mulai membawa minyak angin yang super bau ke dalam kabin pesawat. Berusaha membawa tong sampah kemana pun mereka pergi agar gampang merokok. Hingga mempraktekkan gaya bicara Singlish khas warga Singapura.

Singapura, negara dengan tingkat disiplin yang tinggi mungkin membuat banyak warga Indonesia sulit beradaptasi mengingat rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat Indonesia. Tidak boleh merokok sembarangan. Tidak boleh meludah sembarangan. Tidak boleh menyebrang jalan sembarangan.

Graphic novel ini menyelipkan sindiran tentang kegiatan warga Indonesia di Singapura. Singapura menjadi surga belanja hingga surga para pelarian koruptor Indonesia. Di salah satu halaman buku ini, menurut kata teman saya sih,  terdapat gambar seorang ibu-ibu berjilbab modis yang sepintas lalu mirip gubernur wanita yang doyan belanja dan saat ini sedang terjerat kasus korupsi. Menurut si teman juga, tas belanjaan si ibu yang bejibun kalau disusun huruf-huruf di gambar tasnya membentuk nama daerah yang berkaitan dengan si ibu gubernur. Itu kata teman saya sih.

Antrian di Universal Studio juga menyelipkan sebuah ironi tentang keadaan yang sama namun berbeda maksud dan kondisinya di Indonesia. Bila di Singapura, antrian itu menggambarkan orang-orang yang ingin mendapatkan kesenangan dari bermain-main di wahana terkenal tersebut, maka di Indonesia antrian tersebut menggambarkan orang-orang yang mengantri mendapatkan Bantuan Langsung Tunai demi kelangsungan hidup.

Adegan favorit saya di buku ini justru pada covernya. Dimana si Waluyo meminta supir bus bertingkat untuk berhenti di patung Merlion yang disebutnya sebagai "patung singa muntah." Ingatan saya otomatis teringat pada adegan tersebut setiap melihat patung Merlion baik dalam bentuk patung atau gambarnya saja :))))


Bagi saya, buku ini adalah buku ringan yang berisi. Sedikit menyindir tanpa terlalu berlebihan kadarnya.






@Batam
08022014

Kamis, 13 Maret 2014

Kok, Putusin Gue? by Ninit Yunita

Penulis : Ninit Yunita
Penerbit : Gagas Media
Terbit : cetak ulang sampul baru Desember 2013 (pertama kali terbit pada 2004)
Tebal : 234 halaman
Genre : Contemporary Romance
Format : paperback
ISBN : 978-979-780-683-5

Periode Baca : 20/02/2014 - 20/02/2014

Blurb
Rasanya dikhianati oleh pacar tercinta itu sakit banget! Dunia seakan mau berakhir. Setidaknya, itu yang dirasakan Amaya. Akibat sakit yang menguasai hati, membuatnya melakukan pembalasan dengan berbagai cara. Namun, setelah melakukan “serangan-serangan” kepada sang mantan, tidak membuat lukanya sembuh. Malah, kebencian semakin menguasainya.

Dendam dan kebencian adalah dua hal yang pelan-pelan membuat hidup Amaya hampa. Namun, kebahagiaan akan terasa nyata seandainya ia bisa mengikhlaskan semuanya dan memulai hidup baru; melupakan kenangan pahit, dan bersiap membuka hati untuk cinta yang lain.

Kamis, 30 Januari 2014

Manusia-manusia Paling Misterius + Who Is My Santa?


banner credit : Mbak Peni @ Ketimbun Buku
gambar nyolong dari Oky @ Kumpulan Sinopsis Buku
Judul : Manusia-manusia Paling Misterius di Indonesia
Penulis : Anton WP
Penerbit : Bukukatta
Terbit : 2012
Tebal : 126 halaman
Format : paperback
Genre : Non Fiksi
Status : kado Secret Santa 2013
ISBN : 9789791032711
Judul : Manusia-manusia Paling Misterius di Dunia
Penulis : Eka Nada Shofa Alkhajar
Penerbit : Bukukatta
Terbit : 2012
Tebal : 156 halaman
Format : paperback
Genre : Non Fiksi
Status : pemberian Secret Santa 2013
ISBN : 9789791032681

Dear Santa, maaf ya, The Casual Vacancy-nya belum bisa direview. Masih di tengah perjalanan membacanya. Jadi gak papa ya, kalau 2 buku ini yang aku review duluan.

Dua buku ini saya gabung menjadi satu karena memiliki persamaan tema. Yang membedakannya hanya ruang lingkup. Yang satu mengambil lingkup dunia, yang lain lingkup Indonesia.

Dari judul bukunya saja sudah jelas apa yang dibahas buku ini. Tokoh-tokoh yang dibahas dalam kedua buku itu antara lain :
  • Gajah Mada : Misteri Sang Pemersatu Nusantara
  • Hang Tuah : Misteri Laksamana Dua Bangsa Serumpun
  • Syekh Siti Jenar : Misteri Wali Kesepuluh
  • Ronggowarsito : Misteri Pujangga Besar Terakhir Tanah Jawa
  • Si Pitung : Misteri Robin Hood Dari Betawi
  • Tan Malaka : Misteri Bapak Republik Yang Terlupakan
  • Supriyadi : Misteri Pemimpin Pemberontakan PETA
  • Kahar Muzakkar : Misteri Seorang Pemberontak
  • Syam Kamaru Zaman : Sosok Misterius di Balik Tragedi 30 September 1965
  • Sudjana Kerton : Misteri Diculik UFO

  • Jack The Ripper : Sang Pembunuh Para Pelacur Yang Tak Kunjung Terungkap
  • King Arthur : Legenda atau Rekaman Sejarah Nyata?
  • Man In The Iron Mask : Laki-Laki Misterius Di Balik Topeng Besi
  • Notradamus : Sang Ahli Nujum Kontemporer
  • Robin Hood : Sang Penganut Althurism Sejati, Apakah Ia Pernah Ada?
  • Uri Geller : Fenomena Atau Tipuan?
Kalau ditanya semua diatas yang mana yang paling membuat saya penasaran, maka saya akan memilih Hang Tuah, Tan Malaka, dan Jack The Ripper. Khususnya buat Jack The Ripper. Saya penasaran banget alasan dia melakukan tindakan pembunuhan super sadis dengan memutilasi korban-korbannya. Saya sih gak percaya dengan pendapat yang mengatakan kalau sosok si Jack The Ripper itu seorang yang menderita kelainan jiwa. Pasti ada alasan kuat sehingga dia melakukan hal sekeji itu. Kalau satu korban sih bisa dimaklumi mungkin ia mengalami gangguan jiwa.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...