Tampilkan postingan dengan label Serial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serial. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2014

Tiga Manula Jalan-Jalan Ke Pantura by Benny Rachmadi

Sub Judul : -
Penulis : Benny Rachmadi
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia, November 2012
Halaman : 104
Format : paperback
Status : pinjam punya ponakan
Genre : Graphic Novel, Humor
ISBN : 9789799105073

Periode Baca : 08/02/2014 - 08/02/2014

Cerita para manula yang gokil dan konyol ini emang bikin kesengsem :)))

Kali ini para manula, Sanip, Waluyo, Liem , pergi ke desa Waluyo, Tingal karena Waluyo mendadak kangen pada kampung halamannya. Karena faktor usia yang sudah renta, Waluyo tak mampu mengingat letak kampungnya. Hanya namanya saja yang ia ingat. Maka pergi lah mereka bertiga dengan mengendarai mobil Liem mencari desa Tingal dengan menyusuri jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). Dan dimulailah kisah mereka di sepanjang jalur terkenal itu.

Setiap teman atau kejadian yang lazim ditemui di Pantura mereka singgahi. Mulai dari SPBU yang memecahkan rekor MURI hingga mampir di Lawang Sewu yang kabarnya angker itu. Di tempat-tempat itulah keisengan mereka dimulai. Waluyo yang heboh minum air sebanyak-banyaknya agar bisa menggunakan sekaligus menghitung jumlah toilet di SPBU yang memecahkan rekor itu. Atau tingkah Sanip dan Waluyo yang heboh berfoto-foto di patung-patung polisi yang banyak bertebaran di pelosok pulau Jawa.

Potret masyarakat dan tingkah polah oknum petugas pun masuk dalam kisah perjalanan para manula ini. Ada tentang jalur Pantura yang tak pernah kunjung selesai perbaikannya yang ujung-ujungnya menjadi tempat masyarakat meminta uang sumbangan untuk (katanya) perbaikan jalan. Munculnya pasar kaget sehingga membuat macet yang selalu menjadi langganan pengguna jalur Pantura. Atau oknum petugas yang meminta uang "preman" di setiap posko timbang yang harus dilewati truk-truk bermuatan super berat di jalur Pantura. Uang tutup mulut ini diartikan sebagai tindakan tahu sama tahu jika beban sebuah truk melebihi kapasitas yang ditentukan. Hal seperti ini juga biasa kok dijumpai di Jalur Lintas Sumatera.

Ada juga tentang masyarakat yang menipu jumlah lauk yang diambilnya saat berada di warung nasi Jamblang. Mengambil sepuluh macam jebis lauk tapi mengatakan pada sang penjual hanya mengambil dua atau tiga jenis saja. Suatu indikasi mahalnya kejujuran di negeri kita.

Bagi saya, cerita para tiga manula ini adalah potret keseharian masyarakat Indonesia, tak hanya di jalur pantura tapi juga hampir di seluruh Indonesia. Tak perlu kita mencemooh, memaki atau menghujat hal-hal negatif tersebut. Toh yang seperti itu juga tidak menyelesaikan masalah. Yang perlu kita lakukan adalah tidak berbuat seperti apa yang mereka lakukan. Berperilaku jujur atau menaati peraturan misalnya.

Cerita para manula ini memang keren. Dikemas ringan namun sarat informasi unik yang berguna. Saya jadi penasaran pada kisah para manula ini di Selatan Jawa.








@ Batam
08022014

Senin, 24 Maret 2014

Tiga Manula Jalan-Jalan Ke Singapura by Benny Rachmadi

Sub Judul : -
Penulis : Benny Rachmadi
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia, Desember 2011
Halaman : 90
Format : paperback
Status : pinjam punya ponakan
Genre : Graphic Novel, Humor
ISBN : 9789799104045

Periode Baca : 08/02/2014 - 08/02/2014

Review

Reviewnya singkat aja.

Ini pertama kalinya saya membaca kisah para tiga manula yang bertingkah gak seperti manula itu. Tiga manula dengan perjalanan mereka.

Waluyo dan Sanip diajak Liem untuk jalan-jalan ke Singapura. Kebetulan bisnis android Liem sedang sukses besar sehingga untuk merayakan hal tersebut, ia mentraktir dua sahabatnya itu untuk jalan-jalan ke Singapura. Dan.. di Singapura lah segala macam tingkah konyol mereka terjadi. Mulai membawa minyak angin yang super bau ke dalam kabin pesawat. Berusaha membawa tong sampah kemana pun mereka pergi agar gampang merokok. Hingga mempraktekkan gaya bicara Singlish khas warga Singapura.

Singapura, negara dengan tingkat disiplin yang tinggi mungkin membuat banyak warga Indonesia sulit beradaptasi mengingat rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat Indonesia. Tidak boleh merokok sembarangan. Tidak boleh meludah sembarangan. Tidak boleh menyebrang jalan sembarangan.

Graphic novel ini menyelipkan sindiran tentang kegiatan warga Indonesia di Singapura. Singapura menjadi surga belanja hingga surga para pelarian koruptor Indonesia. Di salah satu halaman buku ini, menurut kata teman saya sih,  terdapat gambar seorang ibu-ibu berjilbab modis yang sepintas lalu mirip gubernur wanita yang doyan belanja dan saat ini sedang terjerat kasus korupsi. Menurut si teman juga, tas belanjaan si ibu yang bejibun kalau disusun huruf-huruf di gambar tasnya membentuk nama daerah yang berkaitan dengan si ibu gubernur. Itu kata teman saya sih.

Antrian di Universal Studio juga menyelipkan sebuah ironi tentang keadaan yang sama namun berbeda maksud dan kondisinya di Indonesia. Bila di Singapura, antrian itu menggambarkan orang-orang yang ingin mendapatkan kesenangan dari bermain-main di wahana terkenal tersebut, maka di Indonesia antrian tersebut menggambarkan orang-orang yang mengantri mendapatkan Bantuan Langsung Tunai demi kelangsungan hidup.

Adegan favorit saya di buku ini justru pada covernya. Dimana si Waluyo meminta supir bus bertingkat untuk berhenti di patung Merlion yang disebutnya sebagai "patung singa muntah." Ingatan saya otomatis teringat pada adegan tersebut setiap melihat patung Merlion baik dalam bentuk patung atau gambarnya saja :))))


Bagi saya, buku ini adalah buku ringan yang berisi. Sedikit menyindir tanpa terlalu berlebihan kadarnya.






@Batam
08022014

Kamis, 15 Agustus 2013

Charlie And The Chocolate Factory by Roald Dahl

Judul : Charlie And The Chocolate Factory
Serial : Charlie Bucket #1
Penulis : Roald Dahl, Quentin Blake (illustrations)
Penerbit : Puffin Books, Agustus 2007 (first published 1964)
Tebal : 155 halaman
Genre : Children Literature
ISBN : 9780142410318


Jika ditanya kepada anak-anak apakah makanan yang paling mereka sukai? Permen dan coklat pasti menjadi jawaban mayoritas. Sama seperti Charlie Buckett. tapi bedanya Charlie Buckett hanya bisa makan coklat sekali dalam setahun, yaitu di hari ulang tahunnya. Coklat itu dimakannya sedikit demi sedikit sehingga butuh waktu berminggu-minggu untuk menghabiskannya. 

Eits... jangan salah sangka dulu. Charlie bukan anak yang pelit. Tapi keluarga Charlie amat sangat miskin. Mereka tinggal di sebuah rumah di pinggiran kota dekat dengan pabrik coklat Mr. Wonka. Pabrik yang memproduksi permen dan coklat terenak di dunia. Ayah Charlie hanya seorang buruh sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Selain ayah dan ibunya, Charlie juga tinggal bersama kakek neneknya. Grandpa Joe dan Grandma Josephine (orangtua Mr. Buckett) serta Grandpa George dan dan Grandma Georgina (orangtua Mrs. Buckett).

Ketika Mr. Buckett di PH, ekonomi keluarga Charlie semakin terpuruk. Jatah makan mereka makin berkurang. Tapi Charlie anak yang hebat. Ia tidak pernah mengeluh kalau perutnya terus berbunyi kelaparan minta diisi. Ia tidak pernah mau mengambil jatah makanan yang sengaja disisakan orangtua dan kakek-neneknya. Ia juga tidak pernah keberatan setiap hari harus pergi ke sekolah lebih awal karena perut yang kosong membuatnya tidak bertenaga sehingga tidak bisa berjalan kencang. Perjalanan Charlie ke sekolah melewati pabrik Mr. Wonka yang selalu saja menguarkan wangi coklat.

Siapa sih Mr. Wonka?

Rabu, 31 Juli 2013

Harry Potter And The Deadly Hallows by J.K. Rowling

Judul : Harry Potter and The Deadly Hallows
Sub Judul : Harry Potter dan Relikui Kematian
Serial : Harry Potter #7
Penulis : J.K. Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Januari 2008
Tebal : 1008 halaman
Genre : Children Literature, Fantasy
ISBN : 9789792233483


Review

Seri penutup dari serangkaian cerita si penyihir cilik yang kini telah beranjak dewasa di sekolah sihir Hogwarts.

Harry memutuskan unutk meninggalkan tahun terakhirnya di Hogwarts dengan alasan ingin mencari horcrux yang diwasiatkan Dumbledore sebelum meninggal. Setelah sempat berselisih paham dengan dua sahabatnya, menghadiri pernikahan Bill dan Fleur, serta merayakan ulang tahunnya yang ke tujuh belas, Harry berangkat mencari horcrux bersama Ron dan Hermione.

Selasa, 30 Juli 2013

First Term At Malory Towers by Enid Blyton

Judul : First Time At Malory Towers
Serial : Malory Towers #1
Penulis : Enid Blyton
Penerbit : Egmont Books Ltd, 2006 (terbit pertama pada 1946)
Tebal : 182 halaman
Genre : Children Literature
ISBN : 9780749719241

Sinopsis

Darrell and her friends grow together as they share their school days. There are new students to induct, sporting matches to be won, tempers to control and tricks to play on teachers. This work presents stories about life at boarding school as readers follow the girls' lives through 6 years at Malory Towers.

Review 

Bicara tentang masa kanak-kanak, cerita saya tak akan lengkap tanpa buku dan perpustakaan. Iya. Sejak SD saya rajin menjadi penghuni perpustakaan sekolah. Bahkan sampai sekarang saya masih ingat dari pintu masuk sekolah, perpustakaan berada di sebelah kiri dan ruang guru di sebelah kanan pintu.

Tentang koleksi bukunya, well... perpustakaan sekolah saya memiliki buku yang cukup lengkap. Mulai dari komik, buku cerita hingga ensiklopedia yang harganya selangit itu. Anehnya buku pelajaran malah cenderung sulit dijumpai. Dari sekian banyak koleksi, seri Malory Towers sering masuk ke dalam daftar buku yang saya pinjam. Dan itu sebabnya mengapa saya memilih serial ini sebagai buku pilihan dalam Baca Bareng BBI bulan ini. Buku anak yang mengingatkan saya pada masa kanak-kanak.
 
Oke... kita mulai reviewnya saja..

Senin, 08 Juli 2013

Buku Ajar Koas Racun 2 by Andreas Kurniawan

Judul : Buku Ajar Koas RacunJilid 2 : Panduan Wajib Sesat Untuk Koas & Mahasiswa Kedokteran
Penulis : Andreas Kurniawan, @KoasRacun
Penerbit : Mediakita, 2013
Tebal : 204 halaman
Genre : Personal Literature
ISBN : 9789797944001

Sinopsis Buku Ajar Koas Racun Jilid 2

Review

Cerita Koas Racun berlanjut di buku 2. Tak berbeda dengan buku yang pertama buku ini juga mengulas tentang betapa menyenangkannya susahnya hidup menjadi seorang mahasiswa FK dan Koas. Namun buku kedua ini lebih difokuskan pada cerita Koas. Terbagi dalam delapan bab, cerita-cerita yang disampaikan masih tetap dengan humor yang sedikit nyelekit dan gambar-gambar dari 9gag yang tampaknya menjadi favorit para @KoasRacun.

Buku kedua ini lebih bercerita pada sisi lain kehidupan koas. Ada bab yang bercerita tentang Koas dan senjata medis dan non medisnya. Salah satunya stetoskop. Ya! yang namanya Koas pasti akrab dengan stetoskop yang melingkari leher sepanjang hari yang biasanya membuat penampilan si Koas jauh lebih keren dan jauh lebih percaya diri. Setidaknya di depan gebetan dan di depan pasien.

Sabtu, 15 Juni 2013

Harry Potter And The Prisoner Of Azkaban by J.K. Rowling

Judul : Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
Sub Judul : Harry Potter dan Tawanan Azkaban
Serial : Harry Potter #3
Penulis : J.K. Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Maret 2011
Tebal : 544 halaman
Genre : Fantasy, Children's Literature
ISBN : 9789796558537

Tahun ke 3 Harry di Hogwarts

Dan disinilah terungkap rahasia besar tentang satu-satunya tawanan sukses melarikan diri dari penjara paling ditakuti dengan pengamanan super maksimal oleh para Dementor. Sirius Black.

Jumat, 31 Mei 2013

Harry Potter And The Order Of The Phoenix by J.K. Rowling

Judul : Harry Potter and the Order of Phoenix
Sub Judul : Harry Potter dan Orde Phoenix
Serial : Harry Potter #5
Penulis : Gramedia Pustaka Utama, Januari 2004
Tebal : 1200 halaman
Genre : Young Adult, Fantasy
ISBN : 9789792206524

Well.... review kali ini saya tak bercerita tentang bukunya karena pasti semua sudah mengetahui bagaimana jalan ceritanya. Jika tidak dari buku dengan tebal 1200 halaman dalam terjemahan bahasa Indonesia pasti dari filmnya. Kali ini saya akan bercerita tentang apa yang saya rasakan setelah membaca ulang buku ini.

Sebenarnya saya lebih hafal cerita versi film dibandingkan versi bukunya karena sudah tak terhitung berapa banyak saya menontonnya. Sehingga saat membaca bukunya saya berulang kali membolak-balik halaman untuk mencari adegan yang saya ingat di film tapi tidak saya temui dibuku. Contoh singkatnya, difilm Mr. Weasley merayakan Natal di rumah keluarga Black namun dibuku Mr. Weasley merayakannya di Rumah Sakit St. Mungo.

Selasa, 21 Mei 2013

Harry Potter And The Chamber Of Secret by J.K. Rowling

Judul : Harry Potter and The Chamber of Secret
Sub Judul : Harry Potter dan Kamar Rahasia
Serial : Harry Potter #2
Penulis : J.K. Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, November 2000
Tebal : 432 halaman
Genre : Young Adult, Fantasy
ISBN : 9789796558520

Tahun kedua Harry tiba. Tapi sebelumnya dia harus melewatkan libur musim panas dengan keluarga Dursley yang makin menyebalkan. Mereka mengunci segala perkamen dan buku Harry bahkan tidak mau berada satu ruangan dengannya. Itu sebabnya mereka tidak tahu jika Harry punya seorang tamu di kamarnya. Seorang peri rumah yang rajin melarangnya untuk kembali ke Hogwarts. Panggil dia Dobby, si peri rumah.

Niat Dobby baik. Ia ingin menolong Harry. Tapi sayang, pertolongannya malah berujung menjadi bencana bagi Harry. Keluarga Dursley semakinmempersempit ruang gerak Harry. Kini ia menjadi tawanan di kamarnya sendiri. Beruntung Ron, sahabat setia tahu kondisi Harry. Berbekal bantuan dari Fred dan George ia sukses membawa kabur Harry dari rumah pamannya lantas menghabiskan sisa libur musim panasnya di rumah keluarga Weasley.

Sudah pasti liburan di rumah keluarga Weasley sejuta kali lebih baik dari pada keluarga Dursley. Tidak ada yang melarangnya melakukan apa pun. Tidak ada yang ketakutan bila ia berada di ruang yang sama dengan anggota keluarga yang lain. Tidak ada yang menyuruhnya untuk tampil rapi dengan rambut yang juga harus disisir rapi. Dan... bisa bermain sapu terbang sepuasnya.

Rabu, 06 Februari 2013

Cado Cado 3 : Susahnya Jadi Dokter Muda by Ferdiriva Hamzah

"Mau nonton dimana?" tanya Cilmil ragu. "Kan nggak enak kalo kita pergi jauh-jauh."
"Di Thamrin Plaza aja. Kan dekat banget, tuh, Mil," kilahku. "Lo belum selesai ngedip aja kita pasti udah nyampe."

"INI MAMAKKU UDAH KUSURUH MAKAN DAGING KALONG BIAR SEMBUH SESAK NAPASNYA, SUSTER, TAPI TAK MAU DIA!"

Selasa, 29 Januari 2013

Harry Potter and the Sorcerer's Stone by J.K. Rowling

Saya termasuk orang yang telat mengenal si penyihir cilik ini. Saya baru kenal sosoknya pada tahun 2001. Itu juga karena seorang teman ngotot memaksa saya untuk nonton film Harry Potter and the Sorcerer's Stone. Saya ingat saya itu saya  masih setia (sampai sekarang) pada genre romance dan berpikir jika cerita tentang penyihir ini pastilah super membosankan. Teman yang lain yang tahu saya berhasil dipaksa dibujuk untuk menonton film tersebut akhirnya meminjamkan buku ini pada saya agar saya tahu bagaimana jalan cerita filmnya. Demikianlah saya pun hanyut dalam keajaiban dunia sihir Harry Potter.

Dan Harry Potter masih mampu menyihir saya dua belas tahun kemudian. Di tahun 2013 ini. Tidak peduli berapa kali buku pertama ini dibaca ulang selalu ada perasaan excited dan tidak sabar untuk segera menyelesaikan buku ini hingga serial terakhir. Seperti yang pernah saya ungkapkan dalam status facebook saya.


Semua juga pada tahu cerita Harry Potter and the Sorcerer's Stone kecuali orang-orang yang memang sama sekali tak berminat pada buku dan film. Etapi, ayah saya tahu kok siapa itu Harry Potter. Walaupun yang beliau tahu hanya sebatas Harry Potter itu penyihir. Bahkan di Wikipedia sudah dibeberkan sinopsis lengkap buku dan filmnya. Jadi saya akan bercerita tentang apa yang masih menyihir saya di dunia si penyihir cilik itu.

Saya masih juga terpesona pada benda-benda yang hanya dapat ditemui di dunia sihir. Seperti Topi Seleksi, Cermin Tarsah, Tongkat Sihir bahkan hingga ke Kacang Segala-Rasa Bertie Bott dan Coklat Kodok. Dan saya masih bertanya-tanya gambaran seperti apa yang bakal saya temui jika saya berhadapan langsung dengan Cermin Tarsah.

Saya masih terpesona pada pelajaran-pelajaran yang diajarkan di Sekolah Sihir Hogwarts. Dan Hogwarts itu sendiri. Pada Aula Besar. Pada asrama-asrama Griffindor, Ravenclaw, Hufflepuff dan Slyterin. Pada lukisan-lukisan yang tak henti-hentinya bergerak. Dan tentunya pada sosok yang namanya tak boleh disebut itu.

sumber gambar dari sini
Trio sekawan Harry, Ron dan Hermione pun masih bisa membuat saya kagum. Bagaimana sebuah persahabatan bisa terjalin erat hingga bertahun-tahun kemudian karena sebuah aksi penyelamatan diri melawan troll. Juga pada si kembar Fred - George Weasley. Membayangkan bagaimana riuhnya kehidupan keluarga Weasley karena kehadiran duo tengil tak terpisahkan itu.

Sosok dibalik hadirnya dunia sihir itu juga makin membuat saya kagum. Bagaimana briliannya J.K. Rowling menuliskan sebuah kisah anak-anak yang mampu dinikmati oleh segala usia, penuh dengan nilai-nilai kehidupan yang bukannya tertulis dengan jelas disana namun dapat dirasa disetiap lembar ceritanya. Pelajaran tentang persahabatan baik diantara manusia maupun dengan hewan (siapa yang tak mengakui jika Harry begitu sayang pada Hedwig, burung hantunya?). Pelajaran tentang keberanian dan rasa yakin terhadap diri sendiri seperti yang diajarkan Neville Longbottom. Pelajaran ketika hidup terasa begitu berat dan tak ada satu pun yang bisa menolong namun waktu akan menunjukkan jika segala sesuatunya akan baik-baiknya pada akhirnya nanti.

"Kau harus berani menghadapinya, Neville! Dia terbiasa berbuat semena-mena terhadap orang lain, tetapi itu bukan alasan bagi kita untuk menyerah dan tidak menyulitkannya." (Ron Weasley)

Judul : Harry Potter and the Sorcerer's Stone 
Judul Saduran : Harry Potter dan Batu Bertuah
Penulis : J.K. Rowling
Serial : Harry Potter #1
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, September 2000
Tebal : 384 halaman
Kategori : Children's Literature
ISBN : 9789796558513





Sabtu, 15 Desember 2012

The Journeys 2 by Alanda Kariza dkk


The Journeys kali ini akan mengajak pembaca untuk berkelana tidak jauh-jauh. Cukup di seputaran Indonesia saja. Karena masih begitu banyak  hal-hal tersembunyi yang belum dieksplorasi di negeri ini. 12  perjalanan dari 12 penjelajah bercerita tentang Indonesia. Tidak melulu bicara keindahan alamnya tapi juga filosofi yang terdapat di berbagai upacara adat bahkan benda-benda yang bernilai seni.

Perjalanan panjang Farid Gaban dalam rangka Ekspedisi Zamrud Kathulistiwa 2009-2010 ke Digoel, Papua adalah cerita yang paling menarik perhatian saya. Bukan hanya medan super berat yang mesti ditempuh agar bisa tiba disana tapi juga keadaan tempat tersebut saat ini, enam puluh tahun lebih Indonesia sudah merdeka.

Apa pentingnya Digoel dalam sejarah bangsa ini?

Jumat, 14 Desember 2012

The Journeys by Adhitya Mulya dkk


Ada banyak cerita yang dituturkan dari sebuah perjalanan. Buku ini merangkum 12 cerita dari 12 perjalanan oleh 12 orang penulis. Siapa 12 orang itu. Mereka adalah Adhitya Mulya, Alexander Thian, Farida Susanty, Gama Harjono, Ferdiriva Hamzah, Okke 'Sepatumerah', Raditya Dika, Trinity, Valiant Budi, Ve Handojo, Windy Ariestanty, dan Winna Efendi. Kisah-kisah yang mereka tuturkan mengambil lokasi di hampir lima benua. Tak hanya di luar negeri, beberapa cerita terjadi di negeri sendiri.

12 orang penutur ini menuturkan kisah mereka dengan gaya dan ciri khas masing-masing.  Ada Winna Efendi yang menuliskan kisahnya dalam bentuk surat kepada seseorang yang tertinggal di Jakarta saat ia berada di satu desa kecil bernama Air di Vietnam. Merasakan hidup ala penduduk asli Vietnam dan puas berwisata kuliner disana. Ada Farida Susanty yang jalan-jalan ke negara tetangga yang terkenal dengan patung Merlion, Singapura. Disana ia menemukan Institute of Mental Health yang di Indonesia biasa disebut sebagai  Rumah Sakit Jiwa, benar-benar berbeda keadaannya dengan Indonesia. Tidak perlu nyinyir dengan berkata "ya iyalah. Masa Indonesia mau disamakan dengan Singapura. Jelas jauh ketinggalan" tapi cukup dengan memahami jika orang-orang dengan gangguan mental layak mendapat perhatian lebih dari kita minimal dengan tidak melakukan pemasungan dan mengajari anak-anak untuk tidak berkata kasar kepada mereka. Urusan pemerintah Singapura yang lebih peduli dari pada pemerintah kita? Well... mari berharap semoga saja suatu saat nanti pemerintah kita akan bertindak sama.

Selasa, 06 Maret 2012

Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi


“Sesungguhnya bahasa asing adalah anak kunci jendela-jendela dunia.” (Kiai Rais – p. 51)

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.

Minggu, 25 Desember 2011

Cado Cado Kuadrat by Ferdiriva Hamzah


Judul : Cado Cado Kuadrat – Dokter Muda Serba Salah

Pengarang : Ferdiriva Hamzah

Penerbit : Bukune

Jumlah Halaman : 188 halaman

Serial : Catatan Dodol Calon Dokter #2

Kategori : Personal Literature

“KOASS = Kumpulan OrAng Serba Salah !!!” (Nygta Gina)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...