Senin, 27 April 2015

Opini Bareng : Hubungan Dengan Pembaca


Opini Bareng bulan April ini adalah Hubungan Dengan Pembaca. Buku-buku yang ketika dibaca mempunyai semacam benang merah dengan kehidupan si pembacanya atau malah pesan moral yang terdapat didalamnya malah bertentangan dengan si pembaca.

Buat saya, kedua hal diatas pernah saya rasakan. Sedikit akan saya bahas satu per satu :

Benang Merah Dengan Pembaca 

  1. Hafalan Shalat Delisa - Tere Liye. Saya ingat banget perasaan saya ketika membaca buku ini. Mau mewek habis-habisan karena teringat masa-masa tsunami yang melanda Aceh pada 2004. Saya ingat bagaimana kalutnya saya dan keluarga di Medan menantikan kabar saudara yang tinggal di Banda Aceh ketika peristiwa itu terjadi. Saya juga ingat bagaimana hebohnya lalu lintas udara di kota Medan karena penambahan jadwal penerbangan komersil di bandara Polonia yang tak jauh dari kampus saya. Bahkan saya ingat kalau saat itu cukup sering melihat helikopter Super Puma atau apapun itu namanya milik Angkatan Bersenjata negara tetangga wara-wiri diatas langit Medan. 
  2. Sea - Heidi R. Kling. Buku ini juga mengingatkan saya akan peristiwa tsunami yang sama seperti diceritakan diatas. Tapi perbedaannya di buku ini saya lebih "dipaksa" menerima kenyataan kalau hingga saat ini orang yang paling ingin saya ketahui kabarnya pasca tsunami itu masih juga belum memberikan kabar. Sama seperti tokoh utama cewek dalam buku ini yang "dipaksa" menerima kenyataan kalau Ibunya sudah meninggal meski jasadnya tak pernah ditemukan. Memang, merelakan kepergian seseorang tanpa pernah melihat jasadnya itu sangat berat #malahjadicurhat

Pesan Moral "Negatif" Dalam Buku

Kenapa saya memberikan tanda kutip untuk kata negatif diatas? Karena disini maksud saya adalah pesan moral tersebut mungkin tepat untuk pembaca dengan adat istiadat dan kebudayaan tempat cerita tersebut terjadi, namun bila dimasukkan ke dalam adat-istiadat dan kebudayaan ketimuran yang dianut Indonesia menjadi suatu hal negatif. Atau memang pesan moralnya tidak baik dibaca oleh pembaca muda tanpa bimbingan orang dewasa.

  1. The Boy Who Sneaks In My Bedroom Window - Kristen Moseley. Di buku ini dikatakan kalau si tokoh utama cewek hamil diluar nikah ketika ia masih SMU dan pacarnya yang sama-sama masih sekolah walaupun usianya lebih tua darinya menyambut kehamilan tersebut dengan riang gembira. Jelas hal tersebut sangat bertentangan dengan adat ketimuran di Indonesia dan hamil di usia yang sangat muda amat sangat tidak dianjurkan dari segi kesehatan. Meski cerita bagus sih tentang anak abang beradik yang disiksa oleh ortunya tapi tetap saja pas giliran tentang kehamilan itu saya langsung merasa mentah dengan buku ini.
  2. Sk8ter Boy - Mari Mancussi. Sebenarnya cerita dasar buku ini adalah tentang seorang cewek baik-baik patuh pada orangtuanya yang kemudian jatuh cinta pada cowok anggota skater. Hal negatif yang saya rasakan di buku ini adalah ketika si cewek karakter utamanya berkenalan dengan seorang cewek murid baru yang luar biasa bandel di sekolahnya. Si cewek ini sering mabuk, bertindik, dan sering bolos sekolah. Karena tidak ingin dianggap pengecut oleh teman barunya itu si cewek tokoh utama itu mulai sering bolos sekolah dan bahkan menindik pusarnya karena tidak ingin dianggap anak-anak oleh si anak baru. Yah... saya nggak anti sih sama tindik-menindik tapi saya anti banget alasan konyol si tokoh utama tersebut. Selain itu si cewek tokoh utama ini juga sering bolos sekolah dan ekskul. Lagi-lagi saya paham sih kenapa kok bisa bolos gitu. Mungkin aja dia udah jenuh dengan kegiatan sekolah dan ekskul dan pengen refreshing sedikit. Tapi kalau alasannya supaya nggak dianggap pengecut sih itu sih alasan yang nggak banget. Saya nggak setuju banget. 

Buat saya kedua buku diatas kalau dibaca oleh remaja tanpa bimbingan dari orangtua atau orang dewasa lainnya sih bisa-bisa dia malah mengambil "pesan" kalau hamil di usia sekolah, bolos sekolah, menindik tubuh dan minum-minuman beralkohol itu adalah hal yang biasa dan wajar banget dilakukan.

Pesan Moral Positif Dalam Buku

Nggak perlu intro yang panjang lebar tentunya siapa pun juga tahu apa itu pesan moral positif dalam buku. Yah... pesan moral yang sama-sama bisa diterima oleh siapa pun tanpa memandang usia, jenis kelamin, adat istiadat bahkan kebangsaannya.
  1. Almost - Anne Eliot. Buku ini bercerita tentang seorang cewek mengalami trauma pasca hampir diperkosa oleh seniornya pada suatu acara senior di salah satu rumah senior tersebut. Pesan moral dalam buku ini sih banyak : denger deh apa yang orangtuamu bilang meski hal tersebut tidak sesuai dengan keinginanmu. Di buku ini si cewek itu kabur dari rumahnya lewat jendela karena ortunya melarang ikut pesta senior itu. Terus ada juga pesan tentang bila mengalami kasus pelecehan seksual atau bahkan pemerkosaan, bicaralah dengan orang yang lebih tua atau yang lebih profesional. Jangan dipendam begitu saja. Trauma emosional biasanya lebih sulit "disembuhkan".
  2. Measuring Up - Nyrae Dawn. Buku ini bercerita tentang seorang cewek berbadan gemuk yang pengen kurus dengan mengikuti latihan fitness karena dia capek menjadi bahan bully-an di sekolahnya karena badan gemuknya. Pesan moralnya? Yah... apalagi kalau bully itu adalah hal yang nggak keren sama sekali. Dan pesan kalau berbadan gemuk itu bukan sesuatu hal yang memalukan sebagaimana berbadan kurus itu bukan sesuatu hal yang membanggakan, yang terpenting adalah apa yang di dalam hati kita, bagaimana perasaanmu memandang dirimu sendiri dan bagaimana kamu memperlakukan orang lain.
Sebenarnya masih ada banyak buku yang lain yang memberi pesan positif di dalamnya tapi karena dua bahasan sebelumnya saya hanya mengambil dua contoh buku, maka selayaknya yang pesan positif itu juga cukup dua buku saja sebagai contoh. Semua buku yang saya jadikan contoh diatas adalah bergenre young adult yang sayangnya belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia (kalau mau baca reviewnya silahkan main ke blog buku romance saya) kecuali Hafalan Shalat Delisa yang karya penulis Indonesia.



@ Medan
27042015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kamu datang. Kamu baca. Kamu komentar. Iya kan? :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...