Senin, 29 Juni 2015

Opini Bareng : Setting Dalam Buku


Tidak bisa dipungkiri kalau setting sangat berpengaruh pada sebuah cerita. Setting yang dibangun seorang penulis dalam karyanya dapat berhubungan dengan tempat (setting fisik) atau berhubungan dengan waktu (setting kronologis). Setting ini lah yang kemudian berperan erat dalam membangun suasana cerita, memperkuat tema, bahkan memperkuat karakter tokoh di dalamnya.

Riset adalah salah satu hal penting yang dibutuhkan seorang penulis dalam membangun setting dalam cerita yang ditulisnya. Bersyukur sekarang kemajuan teknologi informasi sudah membuat para penulis tak kesulitan untuk melakukan riset. Berbekal google maps, majalah travel seperti Lonely Planet, dan tanya sana-sini kepada orang-orang yang pernah mendatangi tempat tersebut, maka jadilah sebuah setting cerita yang memesona.


Beberapa setting sebuah buku yang sukses mencuri perhatian saya diantaranya :

1. Diagon Alley & Hogwarts - Harry Potter Series by J.K. Rowling. Siapa yang tidak ingin datang ke Diagon Alley dan Hogwarts setelah membaca cerita Harry Potter? Bahkan orang dewasa pun pasti ingin datang ke toko permen Honeyducks atau melihat tangga berputar, suasana aula besar, bahkan rumah kaca kelas Herbologi di Hogwarts. J.K. Rowling sangat sukses membangun image Diagon Alley dan Hogwarts di setiap bukunya meski kemudian menurut saya para sineas Hollywood tak begitu mampu mewujudkan kemagisan dua tempat tersebut.

2. New York 2059 - In Death Series by J.D. Robb. J.D. Robb menggambarkan New York pada tahun 2059 begitu canggih. Transportasi udara bahkan antar planet adalah hal biasa yang dijumpai dalam setting In Death. Belum lagi adanya kemudi otomatis pada mobil, autochef (peralatan yang bisa memasak sendiri), meski PPC yang digambarkan di serial ini lebih mirip tablet buat saya. Penggambaran New York menurut saya mungkin mirip dengan kondisi New York saat ini : gedung bertingkat tinggi, suasana kota yang tidak pernah tidur 24 jam, dan orang-orang yang bergerak cepat.

3. Bangkok - Bangkok : The Journal by Moemoe Rizal. Penggambaran kota Bangkok dan sekitarnya lumayan jelas di buku ini. Moemoe Rizal mengaku ia mengandalkan Lonely Planet ketika menulis buku ini. Yang pasti sih saya jadi pengen ke Bangkok lalu duduk di mana gitu sambil membaca buku ini. Hehehe..


Itu dia buku-buku yang berhasil mencuri perhatian saya karena setting bukunya. Ada banyak lagi buku yang menarik perhatian saya lewat cara yang sama. Mungkin lain kali saya akan membuat postingan khusus tentang buku dengan setting yang menarik.

Kalau kamu, apa buku yang menarik perhatianmu karena setting-nya?


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kamu datang. Kamu baca. Kamu komentar. Iya kan? :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...