Minggu, 31 Mei 2015

Opini Bareng : Realita Sosial


Opini Bareng bulan Mei ini bertajuk Realita Sosial. Biasanya ketika membaca buku kita sering mendapati kalau cerita didalamnya tidak begitu tepat menggambarkan realita yang sesungguhnya terjadi. Atau malah yang terjadi justru buku tersebut dapat menggambarkan dengan tepat apa yang sedang terjadi di masyarakat. 

Kali ini saya ingin mengangkat tema tentang bullying di sekolah pada novel-novel YA. Dalam bahasa Indonesia, bullying biasa dikenal dengan "penggencetan" atau "dipalak". Bullying itu sendiri adalah perlakuan yang kasar dan kejam yang ditujukan kepada seseorang atau kelompok tertentu secara berulang-ulang untuk menyakiti perasaan atau fisiknya. Bullying bisa terjadi dimana saja diantaranya sekolah, tempat kerja, dunia maya (internet), pergaulan antar tetangga, bahkan di dalam rumah tangga.

Sejumlah perilaku yang termasuk bullying tergolong dalam 3 bentuk kekerasan diantaranya :
  1. kekerasan fisik
  2. kekerasan verbal (ucapan)
  3. kekerasan emosional


Perilaku yang termasuk didalam bullying diantaranya :
  1. memberikan panggilan yang menghina atau menyakiti perasaan (contoh : memanggil seseorang atau kelompok tertentu dengan ejekan terhadap bentuk tubuh atau kondisi sosial ekonomi)
  2. perilaku mengancam atau mengintimidasi (contoh : memepet jalan seseorang atau sekelompok tertentu, mengacungkan benda tajam, menyiratkan pandangan tajam)
  3. terus-menerus mengusik atau mengolok-olok dengan kata-kata kasar
  4. mempermalukan seseorang di depan umum
  5. menyebarkan fitnah atau gosip yang tidak benar
  6. mengacuhkan, meninggalkan, memperlakukan seseorang atau sekelompok orang seolah-olah tidak eksis / tidak ada / tidak penting
  7. menyakiti secara fisik
  8. mencuri atau merusak barang pribadi milik seseorang atau kelompok tertentu

Dalam buku YA yang telah saya baca saya menemukan kedua tokohnya mengalami kejadian yang sama seperti apa yang dituturkan diatas. This Song Will Save Your Life dari Leila Sales, heroine-nya mengalami bullying lewat seseorang yang menulis sebuah blog pribadi yang berisi tentang keinginannya untuk bunuh diri karena perasaan terasing dan depresi yang dialaminya. Dampaknya adalah si heroine sering digosipkan, tidak ada orang yang bersedia untuk mengobrol dengannya, bahkan seisi sekolah mengucilkannya.

Sementara di Keep Holding On dari Susane Colasanti, heroine-nya mengalami bullying lewat ditertawakan seisi kantin saat makan siang karena makan siangnya hanya terdiri dari air dan sandwich daun selada, ditertawakan karena sepatu kets yang digunakan sudah sangat kusam dan dipenuhi coretan lirik lagu favoritnya, bahkan pacarnya pun tidak bersedia tampil di muka umum bersamanya dan hanya ingin berhubungan intim saja dengannya bukan mendeklarasikan pada seisi sekolah kalau mereka pacaran.

Hal-hal seperti yang terjadi di kedua buku itu cukup lazim kita temui. Mungkin sebagian dari kita adalah korban bullying, atau mungkin malah kita yang menjadi pelaku bullying. Bullying sudah terlalu sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Bahkan kini sudah merambah ke area dunia maya. Ada banyak cara untuk melawan bullying. Salah satunya dengan berfokus pada apa yang kita sukai. Dalam This Song Will Save Your Life, heroine-nya mendalami kemampuannya menjadi DJ sementara di Keep Holding On, heroine-nya punya bakat besar dalam bidang menulis.

Membully seesorang tidak menjadikan orang tersebut hebat. Dan menjadi korban bullying tidak lantas menjadikan orang tersebut menjadi "sampah". Bullying dapat dan harus dilawan!!



@ Medan
31052015

Sumber info bullying :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kamu datang. Kamu baca. Kamu komentar. Iya kan? :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...