Selasa, 21 Mei 2013

Harry Potter And The Chamber Of Secret by J.K. Rowling

Judul : Harry Potter and The Chamber of Secret
Sub Judul : Harry Potter dan Kamar Rahasia
Serial : Harry Potter #2
Penulis : J.K. Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, November 2000
Tebal : 432 halaman
Genre : Young Adult, Fantasy
ISBN : 9789796558520

Tahun kedua Harry tiba. Tapi sebelumnya dia harus melewatkan libur musim panas dengan keluarga Dursley yang makin menyebalkan. Mereka mengunci segala perkamen dan buku Harry bahkan tidak mau berada satu ruangan dengannya. Itu sebabnya mereka tidak tahu jika Harry punya seorang tamu di kamarnya. Seorang peri rumah yang rajin melarangnya untuk kembali ke Hogwarts. Panggil dia Dobby, si peri rumah.

Niat Dobby baik. Ia ingin menolong Harry. Tapi sayang, pertolongannya malah berujung menjadi bencana bagi Harry. Keluarga Dursley semakinmempersempit ruang gerak Harry. Kini ia menjadi tawanan di kamarnya sendiri. Beruntung Ron, sahabat setia tahu kondisi Harry. Berbekal bantuan dari Fred dan George ia sukses membawa kabur Harry dari rumah pamannya lantas menghabiskan sisa libur musim panasnya di rumah keluarga Weasley.

Sudah pasti liburan di rumah keluarga Weasley sejuta kali lebih baik dari pada keluarga Dursley. Tidak ada yang melarangnya melakukan apa pun. Tidak ada yang ketakutan bila ia berada di ruang yang sama dengan anggota keluarga yang lain. Tidak ada yang menyuruhnya untuk tampil rapi dengan rambut yang juga harus disisir rapi. Dan... bisa bermain sapu terbang sepuasnya.

1 September tiba, Keluarga Weasley dan Harry berkumpul di Stasiun King Cross untuk masuk ke peron 9/4. Akses khusus ke kereta api yang akan membawa mereka ke Hogwarts. Semua berhasil masuk hingga tiba giliran Harry dan Ron. Bukannya tembus melewati palang rintang, mereka malah terjatuh dengan barang-barang keperluan sekolah berserakan akibat menabrak palang rintang. Tidak mau terlambat tiba di sekolah mereka bergegas menuju Hogwarts dengan naik mobil keluarga Weaslkey yang jelas bukan mobil biasa.

Sial!!! Tiba di sekolah mereka bukan tiba dengan mulus namun menabrak si Dedalu Perkasa. Alhasil mobil rusak dan tongkat Ron patah. Tak cuma itu mereka juga mendapat detensi.Merusak pohon legendaris dan membuat para muggle melihat ada mobil terbang melintasi langit kota London. Salahsatu detensi yang paling tak ingin Harry jalani adalah membantu guru baru di bagian Pertahanan Ilmu Hitam menjawab surat-surat para penggemarnya. Iya. Guru baru di ilmu yang termasuk disegani itu adalah seorang penulis sekaligus artis flamboyan. Dialah si Professor Lockhart yang terkenal itu.

Tapi kehidupan sekolah Harry ditahun kedua bukan berarti mulus-mulus saja. Hogwarts sempat heboh dan akan ditutup karena sebuah kamar rahasia yang sekian lama tertutup kini terbuka kembali. Keamanan para murid pun terancam. Murid-murid yang berdarah campuran diserang oleh monster tak dikenal yang kabarnya tinggal di kamar rahasia. Kali ini Hermione tidak bisa membantu memecahkan rahasia kamar tersebut. Ia menjadi korban penyerangan itu dan kini membatu di bangsal rumah sakit.

Oke... apa yang saya rasakan setelah selesai membaca buku kedua untuk kesekian kalinya setelah bertahun-tahun yang lalu?
  1. Saya sering mencapur adukkan antara adegan di buku dengan adengan di film. Mungkin karena hampir setiap bulan saya menonton filmnya di laptop saya *efek gak punya hiburan lain*
  2. Saya masih gemes melihat si Dobby yang niat tulusnya tak usah diragukan lagi tapi sayang malah berakibat buruk pada Harry *saya selalu teringat Dobby versi di film dengan mata besar memelasnya*
  3. Saya masih ngarep kalau seandarinya mobil terbang yang dikendarai Harry dan Ron menuju sekolah itu nyata walau saya tahu itu tidak mungkin *enak kali ya klo punya mobil terbang, hemat bensin, trus klo mau pulang ke Medan gak perlu beli tiket pesawat yang harga muaahhaaallll itu*
  4.  Professor Lockhart masih menjadi orang yang menyebalkan karena kenarsisan dan kepedeannya sekaligus bikin kangen dengan tindakan-tindakannnya yang selalu sukses memancing tawa.


@ Halmahera
16052013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kamu datang. Kamu baca. Kamu komentar. Iya kan? :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...