Rabu, 02 Januari 2013

[Listopia] [Book Kalesdoscope 2012] My Top Five Most Favorite Books


Menurut Goodreads, ada sekitar 55 buku yang saya baca disepanjang 2012 kemarin. Tapi melihat jumlah review di tahun 2012 di blog ini ada sekitar 71 buku. Dan saya memutuskan untuk memilih 5 buku  favorit dari 71 buku yang saya review sepanjang 2012 kemarin.

Jika mau dihitung-hitung sebenarnya ada banyak buku favorit ditahun kemarin. Parahnya saya, biasanya saya memfavoritkan buku-buku itu terkadang hanya karena beberapa pembicaraan antar tokohnya yang terus terngiang di kepala saya, atau karena beberapa adegan yang terus terulang di ingatan saya.

5 buku yang menjadi buku favorit saya sepanjang tahun 2012 kemarin adalah:



Buku ini bergenre roman. Bersetting di Amerika beberapa puluh tahun yang lalu. Bercerita tentang sepasang suami istri bernama Elly Dinsmore dan Will Parker yang sama-sama "terbuang" oleh masyarakat. Sang suami karena seorang mantan narapidana sementara sang istri karena sejak kecil ia dianggap gila oleh masyarakat tempat ia tinggal.

Kedua suami istri tersebut bertemu dengan cara yang aneh. Elly memasang pengumuman di koran jika ia mencari suami yang dapat bekerja membantunya mengurus 3 anak balita dan 1 calon bayi serta mengurus perkebunan yang lama telah terabaikan.

Buku ini menjadi favorit saya karena ceritanya yang membumi. Tidak terlalu berlebihan. Kedua tokoh pun saling bahu membahu mengurus perkebunan dan rumah tangga mereka. Kisah cinta mereka juga bukan kisah cinta menye-menye. Malah buku ini lebih cenderung bercerita tentang keluarga.



Buku ini bergenre young adult. Tapi menurut saya tepat dibaca oleh orang dewasa. Ceritanya tentang seorang anak perempuan yang hampir diperkosa saat tahun pertamanya di SMU oleh senior sekolahnya. Nama Jess Parker. Pasca kejadian itu Jess selalu mengalami mimpi buruk yang membuat orangtuanya over protective terhadapnya.

Saat ini Jess sudah di tahun terakhirnya SMU. Dia ingin kuliah tapi orangtuanya melarang. Untuk itu Jess membuat daftar bagaimana menjadi normal. Salah satu dari daftar itu adalah berbaur dengan kerja magang sepanjang musim panas dan punya pacar. Gray Potter berhasil dimintanya untuk menjadi pacar bohongan. Tapi Jess tidak tahu dibalik kesediaan Gray menerima tawaran  tersebut sebenarnya Gray hadir saat Jess hampir diperkosa.

Menjadi favorit saya karena ceritanya yang langka. Tentang PTSD. Post Traumatic Stress Disorders alias gangguan kecemasan yang terjadi setelah trauma psikologis yang sering bersifat kronis (berkepanjangan). Jarang ada buku yang mengulas tentang hal tersebut. Dan trauma yang dialami Jess adalah hampir diperkosa. Trauma psikologis korban yang hampir diperkosa sepertinya jarang mendapat perhatian. Biasanya hanya berfokus pada korban yang mengalami pemerkosaan.


(mungkin) buku ini bergenre historical fiction. Bersetting di Aceh pada masa lampau buku ini bercerita tentang seorang perempuan cantik bernama Nian Nio Liang Khie yang keturunan bangsawan. Tak hanya cantik, namun juga berhasil menduduki beberapa kerajaan kecil di Aceh melalui pertempuran sengit di laut dan darat. 

Perempuan cantik ini kemudian menikah dengan Sultan Meurah Johan dan berganti nama menjadi Putroe Neng. Sang suami ditemukan meninggal dalam keadaan sekujur tubuh membiru pada pagi hari setelah malam pertama mereka. Hal ini berulang kembali pada suami Putroe Neng yang lain. Hingga jumlah suaminya mencapai 99 orang.

Buku ini menjadi favorit saya tak lain karena buku ini merupakan perwujudan mimpi saya. Sejak jaman masih berseragam putih biru saya sudah mendengar mitos tentang perempuan bersuami 99 orang ini. Dan saya cukup penasaran pada kebenaran ceritanya. Dan karena alasan sentimentil, jalan tempat saya tinggal dulu diberi nama sesuai dengan nama suami terakhir Putroe Neng. Tengku Syiah Hudam.


Bergenre paranormal romance. Bercerita tentang sekelompok persaudaraan sekelompok vampir yang berjuang melawan sekelompok lesser yang ingin mengisap jiwa manusia. Zsadist, salah satu anggota Black Dagger Brotherhood punya masa lalu kelam. Sewaktu bayi ia diculik lantas kemudian ditawan untuk dijadikan budak darah sekaligus pemuas nafsu tuannya yang seorang vampir wanita.

Ratusan tahun kemudian tepatnya saat ini, Zsadist menjadi vampir paling sadis dan ganas. Sifatnya yang tempramental membuatnya dijauhi oleh vampir lainnya bahkan sesama anggota Black Dagger Brotherhood pun enggan untuk berdekatan dengannya. Ketika Bella, vampir sipil yang jatuh cinta padanya  dan dicintainya diculik, Zsadist berusaha keras membebaskannya. Namun ketika Bella telah bebas, Zsadist menjauh. Ia merasa dengan masa lalunya yang kotor tidak pantas berdekatan dengan Bella yang suci.

Buku ini menjadi favorit saja karena cerita masa lalu sang vampir benar-benar berhasil meruntuhkan hati saya. Belum lagi saat-saat Zsadist merawat Bella yang terluka parah karena disakiti para penculiknya. Pergolakan batin Zsadist sewaktu menolak Bella patut diacungi jempol. Tidak menye-menye tapi juga mengharukan.


Bergenre romantic supense dengan setting New York ditahun 2058, serial ini jelas menempati urutan pertama buku favorit tahun ini. Eve Dallas, detektif di Satuan Kepolisian New York mendapat panggilan untuk menyelidiki kematian seorang wanita yaang ditemukan tewas diatas ranjangnya. Penelusuran lebih lanjut Eve bersama sang asisten, Delia Peabody mengarah pada kontak jodoh di dunia maya.

Kerjasama dengan divisi elektronik yang dipimpin oleh Kapten Ryan Feeney belum mendapat titik cerah. Dengan bantuan sang suami, Roarke yang punya beragam pengalaman di dunia maya, penyelidikan Eve mengarah ke dua sahabat karib.

Di lain pihak, Eve punya masalah yang berbeda. Asistennya memutuskan untuk jadian dengan salah satu detektif divisi eletronik, Ian McNab. Eve khawatir, jika mereka berhubungan lantas merasa tidak cocok dan bubaran, maka Peabody bakal bertingkah seperti perempuan umumnya. Menangis dan kerja mereka menjadi terhambat.

Serial In Death menjadi serial favorit saya karena disetiap serinya hubungan antara Roarke dan Eve semakin berkembang. J.D. Robb membangun hubungan keduanya dengan pelan tapi tak menjemukan. Di setiap ceritanya tampak jelas bagaimana tokoh yang satu belajar untuk menerima dan memahami yang lain, juga sebaliknya.

Selesai.... 

5 buku favorit saya sepanjang tahun 2012 telah selesai saya paparkan. Postingan ini juga sekaligus menutup postingan penutup untuk postingan di tahun 2012. Mulai postingan berikutnya,  review, bloghop, giveaway, curhat tidak jelas tentang buku dan sebagainya sudah berlabel 2013.

Hhhmmm... teman-teman yang lain juga banyak yang membuat Book Kaleidoscope seperti saya. Siapa saja mereka? Cek di blognya mbak Fanda ya...


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kamu datang. Kamu baca. Kamu komentar. Iya kan? :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...