Sabtu, 15 Juni 2013

Harry Potter And The Prisoner Of Azkaban by J.K. Rowling

Judul : Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
Sub Judul : Harry Potter dan Tawanan Azkaban
Serial : Harry Potter #3
Penulis : J.K. Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Maret 2011
Tebal : 544 halaman
Genre : Fantasy, Children's Literature
ISBN : 9789796558537

Tahun ke 3 Harry di Hogwarts

Dan disinilah terungkap rahasia besar tentang satu-satunya tawanan sukses melarikan diri dari penjara paling ditakuti dengan pengamanan super maksimal oleh para Dementor. Sirius Black.

Dari  7 serial Harry Potter mungkin hanya seri ini yang sukses membuat saya mupeng sepanjang membacanya. Iya. Saya pengen jalan-jalan ke Diagon Alley dan Hogsmeade.

Siapa yang tidak akan ngiler berada di Honeydukes dengan segala macam permennya. Orang sedang sakit gigi dan diet ketat pun pasti akan tergoda mencoba Cokelat Kodok atau Peppermint Kodok. Paparan J.K. Rowling tentang Honeydukes nggak tanggung-tanggung. 

"Ada berak-rak permen yang menggiurkan yang tak mungkin bisa dibayangkan. Potongan-potongan krim nogat, permen kelapa merah muda bening, toffee besar-besar warna madu, beratus-ratus jenis cokelat yang berderet-deret rapi. Ada juga tong besar berisi Kacang Segala Rasa, dan tong lain berisi Kumbang Berdesing, permen melayang yang pernah disebut-sebut Ron. Di dinding lainnya ada permen-permen 'Special Effects': Permen Karet Tiup Drooble (yang akan memenuhi ruangan dengan gelembung-gelembung biru yang menolak meletus selama beberapa hari), Benang Gigi Segar Rasa Mint yang licin, Merica Setan yang kecil-kecil hitam ('membuatmu bernapas api!'), Tikus Es ('dengar gigimu bergemeletuk dan mencicit!'), Pepermin Kodok yaitu permen pedas berbentuk kodok ('betul-betul melompat-lompat di dalam perutmu'), permen pena bulu yang rapuh, dan permen yang meledak."

Aaaaarrrggghhhh!!! Mau..... #lapiler

Atau hanya sekedar berkunjung ke Toko Dervish and Banges dan Zonko's Jokes Shop yang isi tokonya dijamin bisa membuat orang paling baik sekalipun ingin membeli barang-barang ditoko itu dan mengerjai orang lain dengan sukses.

Tapi dalam seri kali ini Harry tak hanya bersenang-senang di Hogsmeade, tapi Harry berhasil menguak misteri cerita masa lalu orangtuanya. Tentang keakraban James Potter, Sirius Black, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Meski akhirnya persahabatan itu berakhir karena pengkhianatan. Yang justru saat membaca bagian tersebut saya malah teringat pada satu pepatah "rambut boleh sama hitam, tapi hati siapa yang tahu."

Iya. Ini memang cerita fantasi untuk anak-anak. Tapi pesan-pesan didalam cerita membuat buku ini pantas untuk dibaca oleh orang dewasa.




@ Halmahera
14062013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kamu datang. Kamu baca. Kamu komentar. Iya kan? :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...