Jumat, 14 Desember 2012

The Journeys by Adhitya Mulya dkk


Ada banyak cerita yang dituturkan dari sebuah perjalanan. Buku ini merangkum 12 cerita dari 12 perjalanan oleh 12 orang penulis. Siapa 12 orang itu. Mereka adalah Adhitya Mulya, Alexander Thian, Farida Susanty, Gama Harjono, Ferdiriva Hamzah, Okke 'Sepatumerah', Raditya Dika, Trinity, Valiant Budi, Ve Handojo, Windy Ariestanty, dan Winna Efendi. Kisah-kisah yang mereka tuturkan mengambil lokasi di hampir lima benua. Tak hanya di luar negeri, beberapa cerita terjadi di negeri sendiri.

12 orang penutur ini menuturkan kisah mereka dengan gaya dan ciri khas masing-masing.  Ada Winna Efendi yang menuliskan kisahnya dalam bentuk surat kepada seseorang yang tertinggal di Jakarta saat ia berada di satu desa kecil bernama Air di Vietnam. Merasakan hidup ala penduduk asli Vietnam dan puas berwisata kuliner disana. Ada Farida Susanty yang jalan-jalan ke negara tetangga yang terkenal dengan patung Merlion, Singapura. Disana ia menemukan Institute of Mental Health yang di Indonesia biasa disebut sebagai  Rumah Sakit Jiwa, benar-benar berbeda keadaannya dengan Indonesia. Tidak perlu nyinyir dengan berkata "ya iyalah. Masa Indonesia mau disamakan dengan Singapura. Jelas jauh ketinggalan" tapi cukup dengan memahami jika orang-orang dengan gangguan mental layak mendapat perhatian lebih dari kita minimal dengan tidak melakukan pemasungan dan mengajari anak-anak untuk tidak berkata kasar kepada mereka. Urusan pemerintah Singapura yang lebih peduli dari pada pemerintah kita? Well... mari berharap semoga saja suatu saat nanti pemerintah kita akan bertindak sama.


Sedikit jauh dari benua Asia kita beranjak ke benua Afrika. Adhitya Mulya bercerita tentang Senegal, negara dengan ibukota Dakar dengan penampilan ala Jakarta tahun 1960-an. Tak hanya bercerita tentang kedatangannya yang tak sengaja ke Senegal, Adhitya juga memaparkan beberapa cerita menarik tentang Afrika. Tak banyak yang tahu jika Afrika mempunyai terbagi dua karena perbedaan bahasa yang digunakan. Ada anglophone untuk negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya, dan ada franchophone untuk negara-negara yang berbahasa Perancis sebagai bahasa resminya.

Banyak yang bilang kenyamanan saat melakukan sebuah perjalanan juga bergantung pada siapa yang bersama kita saat itu. Perjalanan akan terasa nyaman jika orang yang bersama kita sama gilanya, sama serunya, sama asyiknya bahkan lebih dari kita. Tapi menurut Ferdiriva, travelling yang asyik itu bukan masalah siapa teman seperjalanan kita, tapi bagaimana cara memandang travelling itu sendiri. By thinking positively in every situation, you can enjoy the travelling itself, not fussing over whom you're travelling with. (p. 157)

Di Eropa tepatnya Swiss, Windy Ariestanty bercerita tentang kejutan yang ia dapat di pagi yang dingin saat berjalan-jalan di seputaran kota Lucerne. Hhhmmm, karena saya sebelum membaca buku ini saya sudah membaca buku Windy yang berjudul Life Traveller, cerita Windy disini juga saya jumpai di Life Traveller.

Tak cuma hanya bercerita tentang perjalanan mereka, Trinity travel blogger sekaligus travel writer akan bercerita tentang suka duka travel gratis dan para rombongan di dalamnya. Lengkap dengan siapa saja yang suka datang terlambat dan tampil dengan muka lempeng tak bersalah dan siapa yang paling oke diajak buat senang-senang setelah acara resmi selesai.

Beberapa cerita membuat saya ngiri abis dan berharap bisa berada di tempat yang mereka ceritakan. Yang lainnya membuat saya merenung tentang arti travelling itu sendiri dan sejauh apa sebuah travelling bisa membawa kita menemukan diri sendiri.

"Hal paling menarik dari melakukan perjalanan adalah menemukan."

Judul : The Journeys : Kisah Perjalanan Para Pencerita
Penulis : Adhitya Mulya, Alexander Thian, Farida Susanty, Gama Harjono, Ferdiriva Hamzah, Okke 'Sepatumerah', Raditya Dika, Trinity, Valiant Budi, Ve Handojo, Windy Ariestanty, Winna Efendi
Penerbit : Gagas Media, 2011
Serial : The Journeys
Tebal : 246 halaman
Kategori : Travelogue
ISBN : 978-979-780-481-7




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kamu datang. Kamu baca. Kamu komentar. Iya kan? :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...