Jumat, 31 Mei 2013

Harry Potter And The Order Of The Phoenix by J.K. Rowling

Judul : Harry Potter and the Order of Phoenix
Sub Judul : Harry Potter dan Orde Phoenix
Serial : Harry Potter #5
Penulis : Gramedia Pustaka Utama, Januari 2004
Tebal : 1200 halaman
Genre : Young Adult, Fantasy
ISBN : 9789792206524

Well.... review kali ini saya tak bercerita tentang bukunya karena pasti semua sudah mengetahui bagaimana jalan ceritanya. Jika tidak dari buku dengan tebal 1200 halaman dalam terjemahan bahasa Indonesia pasti dari filmnya. Kali ini saya akan bercerita tentang apa yang saya rasakan setelah membaca ulang buku ini.

Sebenarnya saya lebih hafal cerita versi film dibandingkan versi bukunya karena sudah tak terhitung berapa banyak saya menontonnya. Sehingga saat membaca bukunya saya berulang kali membolak-balik halaman untuk mencari adegan yang saya ingat di film tapi tidak saya temui dibuku. Contoh singkatnya, difilm Mr. Weasley merayakan Natal di rumah keluarga Black namun dibuku Mr. Weasley merayakannya di Rumah Sakit St. Mungo.

Sabtu, 25 Mei 2013

Si Professor Pink

"Siapa karakter yang paling menyebalkan dalam serial Harry Potter?"

Awalnya saya ingin memilih tokoh yang lain untuk meme bulan ini. Tapi rasanya memilih dia begitu tepat untuk salah satu momentum yang selalu diperingati di bulan ini.
sumber gambar dari sini

Iya. Saya memilih Professor Dolores Umbridge untuk tokoh yang paling saya benci di serial Harry Potter di bulan pendidikan ini.  Mengapa harus dia? Apa karena baju dan segala macam aksesoris pink yang dikenakannya?

Perilaku Umbridge sangat tidak pantas untuk menjadi seorang pendidik. Dia menerapkan hukuman yang tidak mengajarkan apa pun selain rasa dendam. Kepemimpinannya diktator. Dan.. kesukaannya menyela omongan orang lain.  Kebiasaannya yang terakhir itu justru malah menunjukkan kurangnya sopan santun yang dimiliki Umbridge. Dia juga tak pernah menghormati para guru senior seperti Professor Trewelaney yang sudah puluhan tahun mengajar di Hogwarts.

 Jadi apa yang akan saya lakukan jika saya bisa berhadapan dengan Umbridge?
Sebagai anggota dewan "PEMULIHAN KEMBALI SEKOLAH SIHIR HOGWRATS" yang sempat hancur-hancuran pasca kepemimpinan Umbridge, jelas saya akan membawa pulang kembali Fred dan George Weasley dan memberikan penghargaan kepada mereka atas jasa mereka membuat Umbridge dan Flinch kalang kabut dihari pertama kepemimpinan Umbridge sebagai kepala sekolah baru Hogwarts.

gambar diambil dari sini
Saya juga bakal menempatkan Umbridge di penjara bawah tanah Hogwarts. Ditemani para centaur dan makhluk-makhluk lain yang dianggap Umbridge sebagai makhluk rendahan. Biar tidak terlalu suram maka dinding serta jeruji penjara akan saya cat warna pink. Oh... itu jelas bukan kerjaan saya. Saya bakal menyuruh Umbdridge mengerjakannya. Dan... agar semakin meriah maka setiap beberapa hari sekali Fred dan George akan menemani Umbridge dengan kembang api spesial mereka.Dan... setiap awal bulan Professor Trelawney bakal datang dan meramalkan hal-hal buruk yang akan terjadi pada Umbridge seperti setiap diawal tahun Proffesr Trelawney meramalkan hal-hal buruk yang terjadi pada murid-murid Hogwarts.

Saya yakin Professor Umbridge bakal berterima kasih kepada saya.


 PS: email yang saya gunakan untuk memfollow blog Bibliophilic Bipolar adalah 99putriutama[at]gmail[dot]com


@ Halmahera
20052013



Selasa, 21 Mei 2013

Harry Potter And The Chamber Of Secret by J.K. Rowling

Judul : Harry Potter and The Chamber of Secret
Sub Judul : Harry Potter dan Kamar Rahasia
Serial : Harry Potter #2
Penulis : J.K. Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, November 2000
Tebal : 432 halaman
Genre : Young Adult, Fantasy
ISBN : 9789796558520

Tahun kedua Harry tiba. Tapi sebelumnya dia harus melewatkan libur musim panas dengan keluarga Dursley yang makin menyebalkan. Mereka mengunci segala perkamen dan buku Harry bahkan tidak mau berada satu ruangan dengannya. Itu sebabnya mereka tidak tahu jika Harry punya seorang tamu di kamarnya. Seorang peri rumah yang rajin melarangnya untuk kembali ke Hogwarts. Panggil dia Dobby, si peri rumah.

Niat Dobby baik. Ia ingin menolong Harry. Tapi sayang, pertolongannya malah berujung menjadi bencana bagi Harry. Keluarga Dursley semakinmempersempit ruang gerak Harry. Kini ia menjadi tawanan di kamarnya sendiri. Beruntung Ron, sahabat setia tahu kondisi Harry. Berbekal bantuan dari Fred dan George ia sukses membawa kabur Harry dari rumah pamannya lantas menghabiskan sisa libur musim panasnya di rumah keluarga Weasley.

Sudah pasti liburan di rumah keluarga Weasley sejuta kali lebih baik dari pada keluarga Dursley. Tidak ada yang melarangnya melakukan apa pun. Tidak ada yang ketakutan bila ia berada di ruang yang sama dengan anggota keluarga yang lain. Tidak ada yang menyuruhnya untuk tampil rapi dengan rambut yang juga harus disisir rapi. Dan... bisa bermain sapu terbang sepuasnya.

Minggu, 19 Mei 2013

Moody Reader

Saya ini tipe pembaca yang membaca buku tergantung suasana hati. Bukan soal genre yang dibaca. Tapi lebih cenderung ke waktu membaca. Jika suasana hati saya sedang ini membaca. maka saya bakal terus-menerus membaca. Berhenti hanya ketika "panggilan hidup" memanggil. Seperti makan, ngantuk yang tak sanggup lagi ditahan, kerjaan yang tak bisa ditunda lagi. 

Jika sedang tidak mood maka saya hanya membaca ulang buku-buku yang saya inginkan. Biasanya sih buku-buku favorit. Itu pun tidak dari halaman pertama melainkan bagian-bagian tertentu saja yang saya sukai. Hal  itu tentu membawa efek bagi saya. Tidak bicara masalah mata yang perih karena kurang tidur atau karena lelah akibat kebanyakan memandangi ereader atau tulisan dibuku. Efek itu adalah bertambahnya timbunan buku yang menunggu untuk direview >.<

Ketika ada waktu luang untuk mengerjakan review-review itu, yang muncul biasanya justru rasa malas karena melihat gunungan timbunan itu. Menulis review bagi saya berarti saya harus mengingat kembali jalan cerita yang terdapat di buku yang akan direview. Dan itu artinya saya harus membuka kembali bukunya karena biasanya ada bagian-bagian atau kutipan-kutipan favorit yang sempat saya highlight atau ditempeli post it. Kalau untuk jalan cerita secara garis besar biasanya masih bisa diingat. Tapi hal-hal kecil seperti yang saya sebutkan diatas yang luput dari ingatan.

Tapi.... sekarang saya sudah menemukan solusi untuk kemalasan saya membuka kembali buku yang telah dibaca namun belum sempat direview itu. Solusi ini saya sadari butuh niat dan kemauan kuat dari diri sendiri. Apa itu solusinya?

Rabu, 08 Mei 2013

Wishful Wednesday #17


Peraturannya adalah :
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky. 
  3. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)
  4. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
Dan... pilihan saya minggu ini jatuh pada....

Sabtu, 04 Mei 2013

Rapid Fire Question

Terpinsirasi dari pertanyaannya Mbak Winda Scorfi maka saya berusaha menjawabnya disini dan... akan menambah beberapa pertanyaan lagi dan melemparnya ke anggota BBI yang lain.

Pertanyaan dari Mbak Winda:
1. nambah atau ngurangin timbunan?
2. pinjam atau beli buku?
3. baca buku atau nonton film?
... 4. beli buku online atau offline? (tobuk yg temboknya bisa disentuh)
5. (penting) buku bajakan atau ori?
6. gratisan atau diskonan?
7. beli pre-order atau menanti dgn sabar?
8. buku asing (terjemahan) atau lokal?
9. pembatas buku penting atau biasa aja?
10. bookmark atau bungkus chiki?
Dan... jawaban saya adalah.... 
1. nambah dong pastinya (maklum penimbun buku akut yang menuju kronis)
2. beli dong. (kan buat dikoleksi)
3. baca buku (imajinasi lebih bebas)
.4. offline (bisa ngelus-ngelus buku yang diinginkan walau akhirnya diletakkan kembali karena kemahalan)
5. ORIGINAL (kapok pernah beli bajakan, tulisan pada buku kabur dan halamannya gak lengkap)
6. tak bisa memilih (karena dua-duanya terlalu menggoda)
7. sabar menanti *serasa lagi di restoran Minang* :p
8. terjemahan (lebih familiar dan lebih sering baca)
9. penting dong.... (bookworm pembenci dog-ear)
10. bookmark. Emang klo bungkus chiki mau diapain bungkusnya?
Nah...tambahan pertanyaan dari saya:
11. Puasa makan atau puasa beli buku?
12. Meminjamkan buku atau dipinjamkan buku?
13. Badan dan gadget yang kehujanan atau buku yang kehujanan?
14. Movie adaptation : baca buku duru baru nonton atau nonton dulu baru baca buku?
15. Cedric Diggory atau Edward Cullen?
 Dan... yang harus menjawab 15 pertanyaan itu adalah:
6. A.S. Dewi
7. Ren Puspita
8. Angela (Phie)
9. Ndari
10. Mbak Desty
Jadi peraturannya adalah ke 5 orang blogger yang namanya saya sebut diatas itu harus menjawab ke 15 pertanyaan yang ada. Dan melempar 15 pertanyaan lainnya yang harus dijawab 5 orang blogger lainnya. 10 pertanyaan yang baku seperti diatas dan 5 pertanyaan lainnya hasil buatan blogger itu sendiri. Yah.. semacam permainan berantailah... Dan jangan lupa mention di-twitter dan fb agar si penerima pertanyaan tahu tugasnya...
Jika masih bingung, silahkan kesini untuk melihat contoh permainannya
Ditunggu jawabannya para Kakak-kakak semuanya *kabur sebelum dikeplak karena memberi tugas untuk weekend*


Kamis, 02 Mei 2013

Susunan Buku di Toko Buku itu...

Seorang bijak pernah berkata "kerjakanlah hal yang kau cintai, maka kau kau tak perlu bekerja." Kira-kira seperti itulah. Ya.. jika kita mencintai pekerjaan yang kita lakoni maka setiap kita mengerjakannya tidak pernah ada perasaan tidak ikhlas dan capek karena kita suka melakukannya.

Dulu saya pernah mengeluh bercerita tentang kelakuan pramuniaga toko buku yang saya datangi. Kemarin saya kembali ke toko buku itu. Di daerah saya hanya satu toko buku jadi mau tidak mau saya harus kembali kesana. 

Tujuan awal saya datang ke toko buku untuk mencari karyanya Agustinus Wibowo. Ketika menyadari harga Garis Batas dan Titik Nol terlalu mahal maka saya beralih ke buku yang lain. Selimut Debu. Dari database saya mendapatkan jika stok buku itu hanya tinggal 1.

Sejak dari database di komputer saya sudah meminta seorang pramuniaga menemani saya dan mencari buku yang saya minta. Tapi taukah Anda? Menggunakan komputer untuk memulai pencarian saya si pramuniaga bingung. Dan berulang kali dia salah mengetikkan "Selimut Debu" dikolom "Pengarang". Jelas sampai tahun badak buku itu tidak akan muncul di kolom hasil pencarian karena "Selimut Debu" adalah "Judul" bukan "Pengarang" (-__-")

Rabu, 01 Mei 2013

Wishful Wednesday #16

Hai... Saya kembali setelah sekian lama menghilang dari jagat pengharapan akan buku-buku keren yang harus nangkring dalam lemari buku dan harus masuk dalam blog ini sebagai buku yang saya pernah saya review. 

Terakhir kali saya mengikuti Wishful Wednesday yaitu pada dan untuk kali ini saya berencana menebus ketidakhadiran saya dengan menampilkan 3 buku impian kemarin gagal saya dapatkan di toko buku terbesar di Maluku Utara. Ketiga buku itu adalah...


Peraturannya adalah :
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky. Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  3. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)
  4. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
Dan... pilihan saya minggu ini jatuh pada....

Senin, 29 April 2013

Dimsum Terakhir by Clara Ng


Penulis : Clara Ng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, cetak ulang cover baru Januari 2012
Tebal : 368 halaman
Genre : Fiksi Indonesia
ISBN : 978-979-22-7952-8
Setting : Jakarta, Indonesia

Aku tidak percaya pada dimsum terakhir. Papa dan Mama akan selalu hadir dalam perayaan Imlek kita."

Siska, Indah, Rosi, dan Novera, anak perempuan pasangan Anas dan Nung Atasana. Mereka bukan sekedar perempuan biasa karena mereka terlahir sekaligus. Iya mereka quadraplet atau kembar empat. Kini, saat Nung dalam kondisi sakit dan diprediksi tidak punya harapan hidup lagi, keempatnya harus berkumpul untuk menjaga ayah mereka. Tak hanya berkumpul, mereka juga membawa cerita tentang hidup mereka.

Siska datang dari negeri seberang Singapura. Membawa cerita tentang kesuksesannya sebagai wanita karier yang disegani. Wanita karier yang tegas, beberapa menyebutnya galak, penuh percaya diri dan mampu menempatkan diri anatra kepentingan bisnis dan personal. Setidaknya hingga ia menghadapi tuntutan atas pelecehan seksual oleh kliennya.

Kerisauan dibawa Novera dari Yogyakarta. Tak cuma risau akan kesehatan ayahnya, Novera juga risau akan masa depannya sebagai perempuan. Seorang laki-laki berniat serius padanya. Tapi apa laki-laki itu tetap bersedia menjadi pasangan hidupnya jika ia tahu Novera takkan pernah utuh menjadi seorang perempuan.

Kamis, 25 April 2013

Close Up Interview Anggota Blogger Buku Indonesia

nyolong dari blognya Mia
(Keriaan perayaan ulang tahun Blogger Buku Indonesia yang kedua masih berlangsung.  Kali ini perayaan tersebut dirayakan dalam bentuk Close Up Interview diantara para anggotanya. Saya mendapat kehormatan mewawancarai Yuliana Permata Sari. Baca interview saya dengannya)

Mungkin tak banyak yang tahu jika pemilik The Little Present ini lebih senang dipanggil Yuyu dibandingkan Yuli atau Yuliana.  Interview saya dengan Yuyu dimulai dari mention di twitter pada 19 April 2013 yang kemudian berlanjut pada email dan pesan singkat di WhatsApp. The Little Present sendiri pada awalnya dibuat sebagai blog pribadi tempat Yuyu menyalurkan hobi menulisnya baik berupa cerita pendek maupun sekedar pelampiasan kegauluannya yang disamarkan dalam cerita-cerita pendek. Jumlah cerita pendek karyanya sudah cukup banyak. Tapi hal tersebut belum cukup mampu menggugah Yuyu untuk menerbitkan tulisannya menjadi sebuah buku.

Kamis, 18 April 2013

[Cerita Lain Tentang Buku] Buat Bebi

gambar nyolong dari blognya Koordinator Umum BBI tanpa izin :p


THANKS BEBI untuk...
Kemerdekaan berbagi cerita apa saja tentang buku
Keleluasaan memilih genre buku sesuai keinginan
Kesenangan berbagi info buku murah dan buku gratisan
 Kenangan manis setiap selesai kopi darat 
Kebahagiaan mengenal para bookloversdari berbagai asal dan latar belakang
Kesempatan berbagi buku dengan mereka yang membutuhkannya
(dan banyak lagi yang terlalu panjang untuk disebutkan satu per satu...)

Terima kasih untuk...
Setiap waktu untuk memikirkan bacaan sesuai tema baca bareng bulanan
Setiap waktu untuk memilah-milah buku impian yang ingin masuk dalam Wishlist Wednesday
Setiap waktu untuk mencari sosok yang pantas untuk masuk dalam Character Thursday
Setiap waktu untuk menulis kutipan yang tepat untuk Weekend Quotes
Setiap waktu untuk memilih buku yang sesuai untuk direkomendasikan dalam Friday's Recommendation

Sabtu, 23 Maret 2013

Ondel - Ondel Nekat Keliling Dunia by Luigi Pralangga


Penulis : Luigi Pralangga
Penerbit : Qanita, November 2011
Tebal : 332 halaman
Genre : Memoar
ISBN : 978-979-9225-13-6
Lokasi Cerita : Liberia

Awalnya saya berpikir jika buku ini adalah buku travelling tak ubahnya seperti buku travelling yang belakangan ini sedang booming. Tapi ternyata buku ini bercerita tentang perjalanan Luigi menjadi anggota UN peacekeeper. Iya, saya memang tak membaca tagline-nya "One Peacekeeper, A Thousand Andventures".

Keterlibatan Luigi Pralangga sebagai UN peacekeeper diawali dengan mimpinya untuk bisa ke Kanada. Meski pada akhirnya ia justru pergi mengadu nasib ke New York, setidaknya New York selangkah lebih dekat dengan Kanada. Di New York, ia sering lalu lalang di depan gedung markas besar PBB dan mulai bermimpi untuk bisa berkantor di gedung itu. Akhirnya lewat serangkaian test ia berhasil bekerja disana pada tahun 2000. Hingga kemudian Luigi ditawari untuk ikut dalam misi pemeriksaan senjata PBB di Irak pada 2003 silam.

Kamis, 21 Maret 2013

[Hotter Potter Meme] Hewan Peliharaan Baruku

Absen mengikuti Hotter Potter Meme bulan lalu, kali ini saya harus ikutan. Dan pertanyaan bulan ini adalah...

"Dari semua makhluk/hewan ajaib yang ada di buku Harry Potter, apa yang paling ingin kamu jumpai didunia nyata? Jangan lupa alasannya!

picture from here
Yup! Naga. Kenapa harus naga? Well... karena naga itu keren, badannya gede. Selain itu naga merupakan salah satu makhluk mitologi paling terkenal. Ada banyak kebudayaan yang punya mitologi tentang naga. Naga punya banyak nama tergantung dari daerahnya, seperti dragon (Inggris), draken (Skandinavia), Liong atau Lung (Cina).

Rabu, 06 Februari 2013

Cado Cado 3 : Susahnya Jadi Dokter Muda by Ferdiriva Hamzah

"Mau nonton dimana?" tanya Cilmil ragu. "Kan nggak enak kalo kita pergi jauh-jauh."
"Di Thamrin Plaza aja. Kan dekat banget, tuh, Mil," kilahku. "Lo belum selesai ngedip aja kita pasti udah nyampe."

"INI MAMAKKU UDAH KUSURUH MAKAN DAGING KALONG BIAR SEMBUH SESAK NAPASNYA, SUSTER, TAPI TAK MAU DIA!"

Jumat, 01 Februari 2013

[Cerita Lain Tentang Buku] Pengakuan (yang tak perlu)


Setelah kemarin sempat heboh tebak menebak siapa Secret Santa masing-masing peserta program Secret Santa 2012, yang mana saya jelas salah menduga karena Dia-Yang-Diduga-Santa-Saya mengaku di blog yang lain, hari ini bakal ramai dengan pengakuan dari para Santa bersangkutan.

Sebenarnya sih tebakan saya Santa siapa sudah bener, tapi ya... meramaikan dunia riddle Santa dan memperbanyak postingan maka saya membuat postingan yang sesuai judulnya "Pengakuan (yang tak perlu)".

Kamis, 31 Januari 2013

Winter Dreams by Maggie Tiojakin + Who is My Santa?


Amerika Serikat adalah dambaan dan mimpi bagi banyak orang untuk bisa menetap dan berkarya disana. Segala cara ditempuh agar tujuan tersebut tercapai. Nicholas "Nicky" F. Rompa beruntung. Ia diajak ke "negeri impian" itu oleh Tante Risma karena menurut sang Ibu ia pun tak punya kehidupan yang jelas di Indonesia. Lagi pula perlakuan buruk sang Ayah membuatnya tak tahan lagi untuk tinggal bersama sang Ayah.

Boston pun ternyata tak mampu membantu Nicky menemukan tujuan hidupnya di Amerika. Selain bekerja full time di toko Mr. dan Mrs. Wong, ia juga mulai berkenalan dengan kehidupan anak muda ala kota Boston. Satu kejadian membuatnya tak lagi bisa tinggal bersama Tante Risma dan beliau juga tak lagi bisa menjadi sponsor bagi Nicky untuk tinggal di Amerika. Kini Nicky resmi menjadi pendatang ilegal bersama ratusan ribu orang lainnya yang tak ingin meninggalkan Amerika Serikat.

Selasa, 29 Januari 2013

Harry Potter and the Sorcerer's Stone by J.K. Rowling

Saya termasuk orang yang telat mengenal si penyihir cilik ini. Saya baru kenal sosoknya pada tahun 2001. Itu juga karena seorang teman ngotot memaksa saya untuk nonton film Harry Potter and the Sorcerer's Stone. Saya ingat saya itu saya  masih setia (sampai sekarang) pada genre romance dan berpikir jika cerita tentang penyihir ini pastilah super membosankan. Teman yang lain yang tahu saya berhasil dipaksa dibujuk untuk menonton film tersebut akhirnya meminjamkan buku ini pada saya agar saya tahu bagaimana jalan cerita filmnya. Demikianlah saya pun hanyut dalam keajaiban dunia sihir Harry Potter.

Dan Harry Potter masih mampu menyihir saya dua belas tahun kemudian. Di tahun 2013 ini. Tidak peduli berapa kali buku pertama ini dibaca ulang selalu ada perasaan excited dan tidak sabar untuk segera menyelesaikan buku ini hingga serial terakhir. Seperti yang pernah saya ungkapkan dalam status facebook saya.


Semua juga pada tahu cerita Harry Potter and the Sorcerer's Stone kecuali orang-orang yang memang sama sekali tak berminat pada buku dan film. Etapi, ayah saya tahu kok siapa itu Harry Potter. Walaupun yang beliau tahu hanya sebatas Harry Potter itu penyihir. Bahkan di Wikipedia sudah dibeberkan sinopsis lengkap buku dan filmnya. Jadi saya akan bercerita tentang apa yang masih menyihir saya di dunia si penyihir cilik itu.

Saya masih juga terpesona pada benda-benda yang hanya dapat ditemui di dunia sihir. Seperti Topi Seleksi, Cermin Tarsah, Tongkat Sihir bahkan hingga ke Kacang Segala-Rasa Bertie Bott dan Coklat Kodok. Dan saya masih bertanya-tanya gambaran seperti apa yang bakal saya temui jika saya berhadapan langsung dengan Cermin Tarsah.

Saya masih terpesona pada pelajaran-pelajaran yang diajarkan di Sekolah Sihir Hogwarts. Dan Hogwarts itu sendiri. Pada Aula Besar. Pada asrama-asrama Griffindor, Ravenclaw, Hufflepuff dan Slyterin. Pada lukisan-lukisan yang tak henti-hentinya bergerak. Dan tentunya pada sosok yang namanya tak boleh disebut itu.

sumber gambar dari sini
Trio sekawan Harry, Ron dan Hermione pun masih bisa membuat saya kagum. Bagaimana sebuah persahabatan bisa terjalin erat hingga bertahun-tahun kemudian karena sebuah aksi penyelamatan diri melawan troll. Juga pada si kembar Fred - George Weasley. Membayangkan bagaimana riuhnya kehidupan keluarga Weasley karena kehadiran duo tengil tak terpisahkan itu.

Sosok dibalik hadirnya dunia sihir itu juga makin membuat saya kagum. Bagaimana briliannya J.K. Rowling menuliskan sebuah kisah anak-anak yang mampu dinikmati oleh segala usia, penuh dengan nilai-nilai kehidupan yang bukannya tertulis dengan jelas disana namun dapat dirasa disetiap lembar ceritanya. Pelajaran tentang persahabatan baik diantara manusia maupun dengan hewan (siapa yang tak mengakui jika Harry begitu sayang pada Hedwig, burung hantunya?). Pelajaran tentang keberanian dan rasa yakin terhadap diri sendiri seperti yang diajarkan Neville Longbottom. Pelajaran ketika hidup terasa begitu berat dan tak ada satu pun yang bisa menolong namun waktu akan menunjukkan jika segala sesuatunya akan baik-baiknya pada akhirnya nanti.

"Kau harus berani menghadapinya, Neville! Dia terbiasa berbuat semena-mena terhadap orang lain, tetapi itu bukan alasan bagi kita untuk menyerah dan tidak menyulitkannya." (Ron Weasley)

Judul : Harry Potter and the Sorcerer's Stone 
Judul Saduran : Harry Potter dan Batu Bertuah
Penulis : J.K. Rowling
Serial : Harry Potter #1
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, September 2000
Tebal : 384 halaman
Kategori : Children's Literature
ISBN : 9789796558513





Sabtu, 12 Januari 2013

[Cerita Lain Tentang Buku] Akhirnya... Santa Datang Juga

Salah satu kegiatan akhir tahun para anggota Blogger Buku Indonesia adalah Secret Santa. Yaitu sebuah program dimana setiap orang yang ikut harus memberi kado kepada orang lain tanpa memberi tahukan jati dirinya. Gampangnya si pemberi kado disebut Secret Santa dan si penerima kado disebut X. Kado apa? Namanya juga bookworm, tentu kadonya berupa buku. Buku seperti apa? Setiap yang ikut dalam Secret Santa ini harus membuat satu daftar panjang buku impian mereka. Daftar panjang itu menjadi rujukan si Secret Santa untuk memilih kadonya.

Tahun ini Secret Santa yang kali ini dikomandoi oleh Oky dan Ndari, berlangsung untuk yang kedua kalinya. Tapi ini keikutsertaan saya untuk yang pertama kalinya. Awalnya saya ragu untuk ikutan. Secara daerah domisili saya yang di timur pastilah membuat biaya pengiriman paket menjadi melonjak tinggi. Untunglah setelah bertanya pada anggota BBI yang lain mereka bersedia untuk menerima jika mereka terpilih sebagai Secret Santa saya dan mengirimkan paket buat saya meski dengan ongkos kirim yang tinggi.

Saat semua mulai pamer kado dari para Santa masing-masing dan mulai puyeng menebak siapa si Santa melalui riddle yang diberikan, saya masih tenang-tenang saya. Biasa... pengiriman ke timur selalu lama. Hingga akhirnya....

Kamis, 10 Januari 2013

[Cerita Lain Tentang Buku] Guru Baru Di Hogwarts

"Jika kamu menjadi salah satu guru di Hogwarts, kamu ingin menjadi siapa? Alasannya?"

Tak butuh waktu lama untuk menjawab pertanyaan tersebut. 

Jika sekolah sihir paling beken sejagat raya itu kekurangan tenaga pengajar maka saya akan dengan senang hati melamar posisi sebagai guru Herbologi. Posisi yang saat ini dipegang oleh Prof. Pomoma Sprout aka. Prof. Sprout yang juga kepala asrama Hufflepuff.

sumber dari sini

Tapi gosip yang beredar mengatakan jika Neville Longbottom yang akan mengisi posisi itu.Tidak masalah sih bagi saya. Selalu ada jalan keluar dan kompromi untuk setiap persoalan. Iya kan? Solusi untuk permasalahan itu diantaranya:

sumber dari sini
Saya bisa duet dengan Neville. Pengajar teori bisa berbeda dengan pengajar praktikum. Atau pengajar untuk kelas-kelas yang sudah tinggi akan berbeda dengan pengajar bagi anak-anak yang kelasnya lebih rendah. Atau pengajar semester ganjil berbeda dengan pengajar semester genap. Pokoknya selalu ada solusi *serasa sekolah di sekolah biasa* *biarin ajah*

Herbologi yang biasanya diajarkan di rumah-rumah kaca Hogwarts akan mengalami sedikit perubahan. Rumah kaca akan dikhususkan untuk kegiatan praktikum sementara proses belajar mengajar teori akan di kelas. Terserah mau numpang di kelas siapa selama Hogwarts belum mampu punya ruang kelas Herbologi yang disetiap dinding kelasnya ditumbuhi oleh berbagai macam tanaman yang tentu saja tidak mengganggu proses belajar mengajar. Atau mungkin Kamar Kebutuhan bisa digunakan untuk kelas Herbologi?

sumber dari sini
Jika selama ini anak-anak Hogwarts belajar bagaimana mengenali bentuk dan khasiat suatu tanaman maka akan ada satu kegiatan tambahan bagi mereka. Akan ada sebuah proyek penelitian yang, jujur sih, proyek ambisius saya. Proyek itu nantinya akan diberi nama "Bagaimana Membudidayakan Bunga Bank di dalam Pot dan Menghasilkan Bunga yang Jauh Lebih Besar dan Lebih Banyak." Terdengar seperti judul skripsi atau tesis? Anggap saja itu skripsi/tesis yang tak berhasil saya wujudkan saat kuliah di dunia muggle.

Dunia tumbuhan sejak lama telah menarik perhatian saya. Salahkan saja ensiklopedia-ensiklopedia tentang alam dan segala isinya yang berjejer manis di perpustakaan SD sebagai penyebabnya. Dan itu sebabnya mengapa saya tertarik pada posisi Prof. Sprout.

Dengan rencana kerja yang matang dan terencana seperti itu saya yakin Professor Dumbledore pasti akan menerima penawaran saya. Iya 'kan Prof?

Rabu, 09 Januari 2013

[Reading Challenge] Reading Challenge Lagi.....

3 Reading Challenge (yang semoga yang reading challenge terakhir yang saya ikuti di 2013 ini) sebenarnya tercertus setelah saya melihat timbunan buku yang ada di rumah dinas ini. Selama setahun saya di rumah dinas ternyata saya mengumpulkan lebih kurang 50 kilogram buku!!! Sekarang saya bingung sendiri bagaimana membawa buku-buku itu kembali ke kampung halaman bila masa tugas ini berakhir.

Saya putuskan untuk mengirim semua buku yang ada baik yang sudah dibaca maupun yang yang belum dibaca kembali ke rumah. Dan menyisakan hanya 5 buku. 1 buku untuk dijadikan teman seperjalanan saat pulang tugas dan yang lainnya untuk dibaca selama sisa masa tugas. 

Dengan hitungan 5 buku ditambah ketiadaan  hiburan di rumah, itu sama saja artinya dengan cari masalah. Bisa mati bosan saya. Akhirnya tumpukan ebook yang selama ini tersimpan rapi di laptop pun menjadi pilihan saya. Saat melihat-lihat judul ebook yang ada, saya sadar kenapa tidak mengikuti reading challenge yang berkaitan dengan itu semua. Lumayan. Memacu diri mengikuti challenge yang ada sekaligus menghabiskan timbunan buku tak kasat mata itu.

Sebenarnya sih ada satu lagi reading challenge yang saya ikuti. Tapi tak akan saya bahas disini karena reading challenge itu tidak berkaitan dengan hidup saya sebagai seorang bookworm melainkan berkaitan pada kehidupan profesional saya. #tttssaahhh #sokprofesional.

Inilah dia 3 reading challenge tersebut dan level reading challenge pilihan saya (level yang saya ambil adalah level yang saya bold dan beri warna merah) :

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...